Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 April 2023 | 02.23 WIB

Pelaku Teror Bom Asap yang Serang PM Jepang Masih Tutup Mulut, Motif Belum Diketahui

Ryuji Kimura, seorang teroris yang menyerang PM Jepang Fumio Kishida dengan bom asap berhasil diamankan petugas. - Image

Ryuji Kimura, seorang teroris yang menyerang PM Jepang Fumio Kishida dengan bom asap berhasil diamankan petugas.

JawaPos.com – Ryuji Kimura masih tutup mulut. Petugas belum berhasil mengorek keterangan dari pelaku teror bom asap terhadap Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida tersebut. Pada Senin (17/4) polisi menggeledah rumah pemuda 24 tahun itu selama 8 jam.

Agence France-Presse melaporkan, dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan benda yang diduga bubuk mesiu. Selama penggeledahan, penduduk sekitar dievakuasi karena dikhawatirkan ada ledakan.

Selain bubuk mesiu, NHK mengungkapkan, juga ditemukan benda-benda seperti pipa dan alat-alat mencurigakan lainnya. Para penyidik meyakini bahwa bahan peledak bom asap yang dilemparkan ke Kishida adalah rakitan Kimura sendiri. Untuk mencari petunjuk, polisi juga menganalisis telepon dan komputer milik Kimura. Beberapa dokumen juga disita.

Kimura dipindahkan dari kantor polisi Wakayama ke kantor kejaksaan. Dalam rekaman media lokal tampak pelaku duduk di kursi belakang mobil polisi sambil memandang lurus ke depan. Pihak kejaksaan menolak berkomentar.

”Badan kepolisian telah menginstruksi polisi di seluruh negeri untuk memperkuat keamanan dan segera dilaksanakan,” ujar Juru Bicara Pemerintah Hirokazu Matsuno. Petugas diperintah untuk memperkuat patroli dan penjagaan, termasuk keamanan untuk KTT G7 di Hiroshima nanti.

Sementara itu, para pakar senjata menyatakan, senjata yang dilemparkan ke Kishida bukan bom asap biasa seperti yang dilaporkan di awal. Melainkan alat peledak rakitan yang dikenal sebagai bom pipa mematikan. Pecahan bahan peledak yang dihasilkan dapat memiliki energi kinetik yang cukup untuk menyebabkan luka yang mematikan.

”Video ledakan menunjukkan karakteristik yang konsisten dengan fungsi amunisi berdaya ledak rendah yang mungkin dibuat menggunakan bubuk hitam atau deflagran yang diimprovisasi,” jelas peneliti di Armament Research Services Patrick Senft seperti dikutip The Japan Times.

Sebetulnya Jepang memiliki aturan ketat tentang kepemilikan senjata api. Namun, dua insiden, yaitu pembunuhan mantan PM Shinzo Abe dan serangan terhadap Kishida, menunjukkan bahwa para pelaku bisa memanfaatkan benda-benda yang ada dan dijual bebas. Termasuk kembang api yang dipakai sebagai peledak.

”Hanya sedikit undang-undang yang bisa diterapkan untuk mencegah individu yang cukup termotivasi membuat alat peledak sederhana semacam itu,” ujar Senft.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore