MENDARAT TANPA RODA: Api dan asap tebal terlihat di bagian ekor pesawat Jeju Air yang gagal landing hingga menabrak pagar dinding beton di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12).
JawaPos.com - Saham Jeju Air (KRX: 089590) ditutup ambles 8,65 persen atau 710 point di level 7.500, pada Senin (30/12). Setelah kecelakaan pesawat paling mematikan terjadi di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12).
Mengutip Reuters, saham maskapai Jeju Air ini diperdagangkan turun mencapai 15,7 persen di awal sesi menjadi 6.920 won. Angka tersebut tercatat menjadi yang terendah sejak melantai di pasar saham pada 2015.
Akibat dari penurunan saham juga turut menghapus market cap atau kapitalisasi pasar hingga 95,7 miliar won atau USD 65,2 juta atau mencapai Rp 1,054 triliun.
Tak hanya itu, penurunan juga berlaku untuk saham AK Holdings yang merupakan induk Jeju Air sebanyak 12 persen dan mencapai titik terendah dalam 16 tahun.
Kecelakaan pada Minggu (29/12) di Bandara Internasional Muan adalah penerbangan fatal pertama bagi Jeju Air. Terlebih, maskapai dengan penerbangan yang didirikan pada tahun 2005 ini dikenal sebagai bertarif rendah dan merupakan maskapai penerbangan terbesar ketiga di negara itu berdasarkan jumlah penumpang.
Penjabat Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok pada hari Senin (30/12) memerintahkan pemeriksaan keselamatan darurat terhadap seluruh sistem operasi penerbangan negara itu setelah pekerjaan pemulihan pasca-jatuhnya Jeju Air selesai.
Tak hanya berdampak pada saham Jeju Air sendiri, rupanya kecelakaan yang menyebabkan seluruh penumpangnya tewas juga membuat maskapai berbiaya renda lain di Korea anjlok. Seperti Air Busan, Jin Air, dan T'way Air.
Bahkan, maskapai penerbangan utama Korea Selatan, seperti Korean Air Lines dan Asiana Airlines pun ikut terdampak turun. Seorang analis di Eugene Investment Securities Yang Seung-yoon mengatakan bahwa memerlukan waktu untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Namun, kata dia sentimen pasar pasti akan tergerus imbas kecelakaan tersebut.
Di sisi lain, agen perjalanan menutup iklan dan promosi dengan pembatalan paket wisata. Bahkan, pemesanan untuk maskapai dengan tarif rendah juga berkurang setengahnya.
Sebelumnya, pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan saat mendarat tanpa roda yang berfungsi. Akibatnya, pesawat itu menghantam pagar beton hingga meledak dan sebagian besar badan pesawat terbakar.
Menurut laporan media lokal, banyak penumpang adalah keluarga yang kembali dari liburan Natal di Thailand. Penerbangan itu membawa 175 penumpang, terdiri dari 173 warga negara Korea Selatan dan dua warga negara Thailand bersama dengan enam kru pesawat.
Seluruh penumpang tak ada yang selamat, bahkan empat orang kru pesawat tersebut pun tewas di tempat saat kejadian. Dari kejadian yang mematikan itu hanya ada dua orang kru yang selamat karena keduanya berhasil dievakuasi dari bagian ekor pesawat.