Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 20.34 WIB

Update Kasus Reynhard Sinaga: Pelaku Pemerkosaan Berantai Terbesar di Inggris yang Nyaris Terluka Serius dalam Serangan di Penjara

Reynhard Sinaga, pelaku kejahatan seksual terbesar dalam sejarah Inggris, yang nyaris terluka serius di penjara HMP Wakefield. (Daily Mail) - Image

Reynhard Sinaga, pelaku kejahatan seksual terbesar dalam sejarah Inggris, yang nyaris terluka serius di penjara HMP Wakefield. (Daily Mail)

JawaPos.com–Reynhard Sinaga, pelaku pemerkosaan berantai terbesar dalam sejarah Inggris, dilaporkan nyaris mengalami cedera serius setelah diserang sesama narapidana di dalam penjara HMP Wakefield pada Juli 2024. Serangan tersebut berhasil dihentikan petugas penjara sebelum terjadi luka parah.

Menurut laporan The Sun, Sinaga, yang menjalani hukuman penjara seumur hidup dengan minimum 40 tahun, menjadi target dari upaya serangan yang diduga telah direncanakan secara sengaja.

”Sinaga adalah sosok yang arogan dan dibenci secara universal. Dia menjadi target jelas di penjara karena kejahatannya yang keji. Dia hanya beberapa detik dari bahaya yang sangat serius. Dia dalam bahaya,” ungkap seorang sumber kepada The Sun.

Latar belakang kasus Reynhard Sinaga

Melansir Dailymail.co.uk pada Selasa (17/12), Reynhard Sinaga, 41, adalah seorang mahasiswa Indonesia yang tiba di Inggris pada 2007. Selama lebih dari satu dekade, dia melakukan serangkaian kejahatan seksual yang mengejutkan publik.

Modus operandi Sinaga adalah berpura-pura menjadi orang baik yang menawarkan bantuan kepada pria yang terpisah dari teman-temannya pada malam hari. Dia kemudian mengajak mereka ke apartemennya di Manchester, memberikan obat bius, dan melakukan pemerkosaan.

Pada Januari 2020, dia dinyatakan bersalah atas 159 kejahatan seksual terhadap 48 pria yang berusia antara 18 hingga 36 tahun. Kejahatannya terbongkar pada Juni 2017 setelah seorang korban terakhir, pemain rugby berusia 18 tahun, terbangun saat serangan berlangsung dan berhasil melawan Sinaga.

Polisi yang menyelidiki kasus itu awalnya menangkap korban dengan tuduhan penganiayaan berat (GBH), namun setelah memeriksa ponsel Sinaga, mereka menemukan lebih dari 3 terabyte video yang merekam serangan-serangan tersebut.

Serangan di penjara HMP Wakefield

Insiden serangan terhadap Sinaga di penjara HMP Wakefield kembali menjadi sorotan publik. HMP Wakefield dikenal sebagai penjara dengan keamanan tinggi yang menampung narapidana dengan kejahatan berat, termasuk pembunuh dan pelaku pelecehan seksual.

Dalam kasus ini, Jack McRae, 32, didakwa atas percobaan penganiayaan berat (GBH) dengan niat melukai Reynhard Sinaga. McRae, yang kini dipindahkan ke penjara Frankland di Co Durham, juga menghadapi dakwaan serupa terkait serangan terhadap Wilbert Dyce, seorang pembunuh dan pemerkosa anak, di HMP Wakefield pada 2023.

Selain itu, McRae dituduh menyerang tiga narapidana lainnya Sayed Taheri, Patrick Harrington, dan Andrew Gillis, serta didakwa atas serangan terhadap seorang petugas darurat. McRae dijadwalkan hadir di pengadilan Leeds pada Selasa mendatang untuk menghadapi dakwaan-dakwaan tersebut.

Tantangan keamanan di penjara

Serangan terhadap Sinaga mencerminkan risiko yang dihadapi narapidana dengan profil tinggi, terutama mereka yang terlibat dalam kejahatan pelecehan seksual. Di dalam lingkungan penjara, pelaku kejahatan seksual sering kali menjadi target kekerasan dari sesama narapidana, yang menganggap kejahatan tersebut sebagai tindakan yang paling hina.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore