
Ilustrasi Vatikan. (pexels.com)
JawaPos.com–Paus Fransiskus pada Rabu (20/11) mengumumkan bahwa Beato Carlo Acutis dan Beato Pier Giorgio Frassati akan dikanonisasi dalam dua perayaan Yubelium Besar yang didedikasikan untuk kalangan muda Katolik. Pengumuman disampaikan Paus pada pengujung acara audiensi umum perayaan Hari Anak Sedunia di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengkonfirmasi bahwa kanonisasi Carlo Acutis akan berlangsung selama Yubelium Remaja Gereja pada 25-27 April, sedangkan Pier Giorgio Frassati akan berlangsung selama Yubelium Kaum Muda pada 28 Juli-3 Agustus.
Kedua orang muda yang akan menjadi orang kudus ini dicintai banyak orang muda Katolik, karena semangat mereka dalam mengejar kekudusan. Harapannya proses kanonisasi terhadap kedua orang muda dapat membawa banyak orang muda ke Roma pada 2025 untuk merayakan Yubelium Pengharapan Gereja Katolik.
”Kedua kanonisasi ini diharapkan dapat membawa banyak orang muda ke The Eternal City pada 2025 untuk merayakan Yubileum Pengharapan Gereja Katolik,” dikutip dari catholicnewsagency.com, Rabu (20/11).
Carlo Acutis Santo Milenial Pertama
Carlo Acutis adalah seorang remaja Italia berlatar belakang sebagai ahli dalam bidang IT dan komputer yang lahir pada 1991 dan meninggal 2006 karena kanker. Acutis dikenal karena pengabdian yang luar biasa pada Kehadiran Kristus yang Nyata dalam ekaristi.
Acutis adalah generasi milenial pertama yang dibeatifikasi Gereja Katolik. Pada usianya yang ketujuh tahun, setelah komuni pertama, Acutis menyatakan kepada ibunya bahwa bersatu dengan Kristus adalah rencana hidupnya.
”Tak lama setelah Komuni Pertama pada usia tujuh tahun, Carlo mengatakan kepada ibunya: untuk selalu bersatu dengan Yesus: inilah rencana hidup saya,” dikutip dari catholicnewsagency.com.
Untuk mencapai hal ini, Acutis berusaha sering menghadiri Misa harian di Paroki seberang sekolah dasarnya di Milan. Acutis menyebut Ekaristi sebagai jalan raya saya menuju surga.” Dia melakukan segala daya upaya untuk memberitahukan kehadirannya. Kesaksiannya mengilhami orang tuanya sendiri untuk kembali mempraktikkan iman Katolik dan pasangannya yang beragama Hindu untuk pindah agama dan dibaptis.
Pembimbing spiritual Carlo Acutis mengenang bahwa dia meyakini bukti-bukti mukjizat ekaristi dapat menjadi medium persuasif untuk menyadarkan orang lain tentang kehadiran Kristus dalam setiap Misa. Selama 2 setengah bulan, Acutis bekerja sama dengan keluarganya menyusun pameran tentang mukjizat-mukjizat ekaristi yang akan dipamerkan pada 2005 sebagai tahun Ekaristi yang ditetapkan Paus Yohanes Paulus II.
Pameran tentang mukjizat-mukjizat itu telah dipamerkan di ribuan paroki di lima benua. Teman-teman sekelas dan keluarga Acutis bersaksi bahwa dia telah menuntun mereka untuk lebih dekat dan mengenal Allah. Acutis adalah orang yang terbuka sehingga kerap berdiskusi tentang rahmat Ilahi dengan siapa pun yang ditemuinya.
Acutis dikenang karena mengatakan orang-orang yang menempatkan diri di bawah sinar matahari akan terjemur; orang-orang yang akan menempatkan diri di bawah ekaristi akan menjadi orang-orang kudus.
Tak lama setelah didiagnosis kanker leukemia, Acutis wafat pada 2006 dalam usia 15 tahun. Dalam masa-masa sakitnya, dia mengatakan kepada ibunya bahwa saya mempersembahkan semua penderitaan kepada Tuhan untuk Paus dan gereja agar tidak masuk purgatorium, tetapi langsung ke surga.
Ribuan orang mengunjungi makam Carlo di Assisi setelah beatifikasinya di Basilika Santo Fransiskus dari Assisi pada 10 Oktober 2020. Setelah beatifikasinya, banyak sekolah di pedalaman Australia dan Inggris menggunakan nama Acutis.
Paus Fransiskus mendorong kaum muda untuk meniru Beato Carlo Acutis dalam mengutamakan karunia besar ekaristi dalam pesannya saat hari Kaum Muda Sedunia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
