Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 00.46 WIB

Pendiri Telegram Pavel Durov Tidak Menikah Tapi Punya 100 Anak Biologis, Faktanya Mengejutkan!

 
 

CEO Telegram, Pavel Durov. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Pavel Durov selaku pendiri dan CEO Telegram dikabarkan ditangkap polisi di Bandara Bourget, Prancis, pada Sabtu (24/8) malam waktu setempat. Saat ditangkap, Pavel Durov sedang bepergian dengan jet pribadinya.
 
Reuters yang bersumber dari TF1 TV dan BFM TV menyebut bahwa Durov ditangkap saat sedang berpergian menggunakan jet pribadi dari Azerbaijan sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
 
Penangkapan Durov diklaim telah dilakukan sesuai dengan surat perintah atas pelanggaran yang berkaitan dengan aplikasi perpesanan populer yang dimilikinya yakni Telegram.
 
Di mana di dalam surat itu disebutkan bahwa penangkapan ini sebagai langkah awal dari penyelidikan polisi. Salah satunya, terkait kemungkinan aktivitas kriminal yang akan terus berlanjut tanpa hambatan di aplikasi pengiriman pesan tersebut.
 
Terlepas dari platform Telegram sebagai aplikasi perpesanan instan populer yang penuh kontroversi, kehidupan personal Pavel Durov selaku pentolan Telegram juga nggak kalah banyak sorotan.
 
Salah satunya adalah Pavel Durov diketahui memiliki ratusan anak biologis sementara dirinya diketahui merupakan sosok bujangan alias belum menikah.
 
Dilansir dari NDTV, Pavel Durov, Pendiri dan CEO Telegram baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia memiliki lebih dari "100 anak kandung". Ia menggunakan aplikasi perpesanan tersebut untuk membagikan hal yang sama kepada 5,7 juta pelanggannya. 
 
"Saya baru saja diberi tahu bahwa saya memiliki lebih dari 100 anak kandung. Bagaimana ini mungkin bagi seorang pria yang belum pernah menikah dan lebih suka hidup sendiri?" kata Pavel Durov.
 
Durov juga mengatakan, sekitar 15 tahun yang lalu, seorang teman mendatanginya dengan sebuah "permintaan aneh". Durov  mengatakan bahwa temannya dan istrinya tidak dapat memiliki anak karena masalah kesuburan dan meminta Durov untuk menyumbangkan sperma di sebuah klinik agar mereka dapat memiliki bayi. 
 
"Saya tertawa terbahak-bahak sebelum menyadari bahwa ia benar-benar serius," tambahnya. Pavel Durov juga menyatakan bahwa bos klinik tersebut mengatakan kepadanya bahwa "bahan donor berkualitas tinggi" sangat kurang. 
 
 
Dokter tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa sudah menjadi "kewajiban sipil" pria berusia 39 tahun itu untuk menyumbangkan lebih banyak sperma guna membantu lebih banyak pasangan secara anonim.
 
"Kedengarannya cukup gila untuk membuat saya mendaftar sebagai donor sperma. Maju cepat ke tahun 2024, aktivitas donor sperma saya sebelumnya telah membantu lebih dari seratus pasangan di 12 negara untuk memiliki anak. Selain itu, bertahun-tahun setelah saya berhenti menjadi donor, setidaknya satu klinik IVF masih memiliki sperma beku saya yang tersedia untuk digunakan secara anonim oleh keluarga yang ingin memiliki anak," terang Durov.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore