“Kasus pelecehan seksual, telah diselesaikan dengan keputusan ‘tidak ada tuntutan’ oleh Komite SDM HYBE pada tanggal 16 Maret 2024."
"Mengingat bahwa HYBE menangani masalah hukum, SDM, dan PR secara langsung melalui sistem layanan bersama."
"Sangat membingungkan mengapa masalah ini ditinjau kembali, bertentangan dengan kesimpulan sebelumnya. Penafsiran ulang yang tiba-tiba, untuk menyerang CEO Min Hee Jin ini tidak adil."
“Pertemuan yang dimaksud, yang dihadiri oleh karyawan yang bersangkutan, diselenggarakan setelah tanggal 1 Februari untuk membantu membiasakan mereka dengan pekerjaan tersebut."
"Karyawan tersebut setuju untuk hadir, dan pertemuan tersebut berjalan tanpa masalah,” ungkap perwakilan hukum ADOR dari firma hukum Shin & Kim (29/7).
HYBE memberikan masa percobaan selama enam bulan untuk semua karyawan, yang berpengalaman di seluruh anak perusahaannya.
Dalam kasus karyawan tersebut, berbagai masalah yang berkaitan dengan posisi dan perlakuan mereka muncul selama proses evaluasi masa percobaan.
Masalah-masalah ini tidak terselesaikan, yang mengarah pada keputusan bersama bagi karyawan tersebut untuk keluar. Namun demikian, keputusan ini tidak terkait dengan insiden pelecehan tersebut.
Pada tanggal 25 Juli 2024, media online Dispatch merilis transkrip percakapan antara CEO Min Hee Jin dan seorang eksekutif.
Dispatch melaporkan bahwa karyawan wanita 'B', telah menuduh eksekutif tersebut melakukan pelecehan di tempat kerja (pelecehan seksual) pada bulan Maret.
Mereka lebih lanjut mengklaim bahwa CEO Min, membela eksekutif tersebut atau mendorong tuntutan balik terhadap 'B.'
“CEO Min Hee Jin mendengarkan kedua belah pihak tanpa memihak, dan bekerja dengan tekun untuk memediasi konflik."
"Dia memenuhi tanggung jawabnya dengan mengeluarkan peringatan, untuk mencegah masalah serupa di masa depan."
"Selain itu, ia mengusulkan perbaikan untuk prosedur SDM yang lebih baik dan transparansi kepada HYBE,” jelas firma hukum Shin & Kim terhadap tuduhan menutup-nutupi, seperti yang diberitakan Allkpop.
“Mempublikasikan percakapan pribadi sebagai bagian dari laporan tidak hanya merupakan serangan terhadap individu, tetapi juga tidak relevan dengan masalah inti."
"Mempublikasikan percakapan semacam itu tanpa persetujuan adalah ilegal, dan jika artikel semacam itu terus dipublikasikan, kami mungkin akan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum."
"Selain itu, mengangkat kembali kasus yang telah diselesaikan melalui rekonsiliasi antara kedua karyawan, dapat menyebabkan kerugian lebih lanjut bagi mereka yang terlibat,” ungkap firma hukum Shin & Kim yang juga mengkritik penggunaan percakapan pribadi KakaoTalk di media.
meu
***