
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Pennsylvania
JawaPos.Com - Peristiwa penembakan mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu lalu, meningkatkan peluangnya untuk memenangkan kembali Gedung Putih.
Diperkirakan bahwa taruhan pada kemenangannya akan meningkat dalam minggu mendatang.
Dikutip melalui Reuters.com Minggu, (14/7). Peristiwa tersebut terjadi saat Trump berada di rapat umum di Pennsylvania pada hari Sabtu.
Trump ditembak di telinganya, dalam sebuah insiden, di mana pihak berwenang menganggap itu sebagai upaya pembunuhan.
Meski wajahnya berlumuran darah, Trump mengepalkan tinjunya beberapa saat setelah serangan itu, dan tim kampanyenya menyatakan bahwa dia baik-baik saja setelah kejadian tersebut.
Nick Ferres, kepala investasi di Vantage Point Asset Management, menyatakan bahwa pemilu nanti kemungkinan besar akan berakhir dengan kemenangan telak.
Hal ini didasarkan pada jajak pendapat yang menunjukkan lonjakan dukungan terhadap Ronald Reagan setelah upaya pembunuhan pada tahun 1981.
Para pemimpin dunia dan politisi AS mengutuk penembakan tersebut, sementara beberapa eksekutif industri termasuk Elon Musk dari Tesla, menyatakan dukungan mereka terhadap Trump.
Joe Biden, yang memiliki kinerja buruk dalam debat presiden dua minggu lalu melawan Trump, mulai menghadapi keraguan yang semakin besar dari para donor, pendukung, dan sesama anggota Partai Demokrat mengenai kemampuannya untuk mengalahkan Trump dan menjalankan jabatannya.
Imigrasi dan ekonomi menjadi isu utama bagi pemilih AS, dengan jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa mereka melihat Trump sebagai kandidat yang lebih unggul dalam hal perekonomian.
Meskipun Gedung Putih di masa kepemimpinan Biden berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari perekonomian yang solid dengan melambatnya inflasi dan rendahnya tingkat pengangguran.
Para analis pasar memperkirakan kebijakan perdagangan nanti lebih tegas, penurunan regulasi, dan perubahan yang lebih lunak dalam regulasi iklim di bawah pemerintahan Trump.
Investor juga menduga bahwa pemotongan pajak perusahaan dan pribadi yang berakhir tahun depan akan diperpanjang, yang dapat meningkatkan defisit anggaran.
Dalam sebuah wawancara pada bulan Februari, Trump menyatakan bahwa ia tidak akan kembali menunjuk Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve, yang masa jabatan keduanya akan berakhir pada tahun 2026.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
