Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juli 2024 | 06.36 WIB

Insiden Penembakan Terhadap Donald Trump Meningkatkan Peluang Kemenangannya di Gedung Putih

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Pennsylvania - Image

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Pennsylvania

JawaPos.Com - Peristiwa penembakan mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu lalu, meningkatkan peluangnya untuk memenangkan kembali Gedung Putih.

Diperkirakan bahwa taruhan pada kemenangannya akan meningkat dalam minggu mendatang.

Dikutip melalui Reuters.com Minggu, (14/7). Peristiwa tersebut terjadi saat Trump berada di rapat umum di Pennsylvania pada hari Sabtu.

Trump ditembak di telinganya, dalam sebuah insiden, di mana pihak berwenang menganggap itu sebagai upaya pembunuhan.

Meski wajahnya berlumuran darah, Trump mengepalkan tinjunya beberapa saat setelah serangan itu, dan tim kampanyenya menyatakan bahwa dia baik-baik saja setelah kejadian tersebut.

Nick Ferres, kepala investasi di Vantage Point Asset Management, menyatakan bahwa pemilu nanti kemungkinan besar akan berakhir dengan kemenangan telak.

Hal ini didasarkan pada jajak pendapat yang menunjukkan lonjakan dukungan terhadap Ronald Reagan setelah upaya pembunuhan pada tahun 1981.

Para pemimpin dunia dan politisi AS mengutuk penembakan tersebut, sementara beberapa eksekutif industri termasuk Elon Musk dari Tesla, menyatakan dukungan mereka terhadap Trump.

Joe Biden, yang memiliki kinerja buruk dalam debat presiden dua minggu lalu melawan Trump, mulai menghadapi keraguan yang semakin besar dari para donor, pendukung, dan sesama anggota Partai Demokrat mengenai kemampuannya untuk mengalahkan Trump dan menjalankan jabatannya.

Imigrasi dan ekonomi menjadi isu utama bagi pemilih AS, dengan jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa mereka melihat Trump sebagai kandidat yang lebih unggul dalam hal perekonomian.

Meskipun Gedung Putih di masa kepemimpinan Biden berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari perekonomian yang solid dengan melambatnya inflasi dan rendahnya tingkat pengangguran.

Para analis pasar memperkirakan kebijakan perdagangan nanti lebih tegas, penurunan regulasi, dan perubahan yang lebih lunak dalam regulasi iklim di bawah pemerintahan Trump.

Investor juga menduga bahwa pemotongan pajak perusahaan dan pribadi yang berakhir tahun depan akan diperpanjang, yang dapat meningkatkan defisit anggaran.

Dalam sebuah wawancara pada bulan Februari, Trump menyatakan bahwa ia tidak akan kembali menunjuk Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve, yang masa jabatan keduanya akan berakhir pada tahun 2026.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore