Setidaknya 18 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangkaian ledakan bom bunuh diri di Borno, Nigeria Timur pada Sabtu (29/6).
JawaPos.com - Setidaknya 18 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangkaian ledakan bom bunuh diri di Borno, Nigeria Timur pada Sabtu (29/6). Terduga pelaku berupa seorang perempuan yang menargetkan kerumunan, seperti pesta pernikahan, rumah sakit, dan pemakaman.
Polisi negara bagian Borno, Nahum Kenneth Daso, mengatakan bahwa total tiga ledakan terjadi di kota Gwoza yang terletak di seberang perbatasan dengan Kamerun.
"Serangan pertama terjadi sekitar 15.45 dilakukan seorang wanita dengan bayi di punggungnya. Ia meledakkan sebuah alat peledak rakitan (IED) pada tempat parkir yang sedang ramai," katanya seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (1/7).
Pihaknya juga menduga pelaku menargetkan sebuah rumah sakit di kota yang sama. Serangan lainnya juga dilakukan saat pemakaman korban ledakan bom di pesta pernikahan beberapa waktu lalu.
"Sejauh ini, 18 kematian telah dilaporkan yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga ibu hamil. 19 orang yang terluka parah dibawa ke ibu kota daerah, Maiduguri, sementara 23 lainnya menunggu evakuasi," jelas Kepala Kepolisian setempat, Barkindo Saidu, dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, seorang anggota milisi yang membantu militer Gwoza mengatakan, dua rekannya dan seorang tentara juga tewas dalam serangan lainnya. Ledakan lain itu terjadi di sebuah pos keamanan, namun polisi belum mengkonfirmasi jumlah korban di sana.
Diketahui bahwa Borno memang telah dilanda kekerasan oleh kelompok bersenjata selama 15 tahun kebelakang. Akibatnya, ribuan orang dikabarkan tewas dan membuat jutaan penduduk lainnya mengungsi.
Meskipun pihak militer Nigeria telah melemahkan kemampuan kelompok tersebut, namun nyatanya mereka masih aktif melakukan serangan mematikan terhadap warga sipil hingga para anggota militer.
Pada tahun 2019, Borno mencatatkan pembunuhan massal paling mematikan yang menyebabkan 30 orang kehilangan nyawa dalam tiga serangan bom bunuh diri di wilayah tersebut.
Salah dua kelompok bersenjata paling aktif di Borno adalah Boko Haram dan Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP). Mereka pernah merebut wilayah Gwoza pada tahun 2014 ketika para pejuangnya mengambil alih di sebagian besar wilayah Borno
Namun, wilayah tersebut kembali direbut oleh militer Nigeria dengan bantuan pasukan Chad pada tahun 2015. Oleh sebab itu, kelompok-kelompok bersenjata ini terus melancarkan serangan di beberapa wilayah pegunungan kota Gwoza.
Boko Haram juga berulang kali mengarahkan para perempuan mudah untuk melakukan serangan bom bunuh diri selama pemberontakan bersenjata. Akibatnya, tindakan ini menewaskan lebih dari 40.000 orang dan membuat dua juta orang mengungsi di timur laut Nigeria.
Saat ini, konflik telah menyebar ke negara tetangga, seperti Niger, Kamerun, Chad. Hal tersebut mendorong mereka membentuk koalisi militer regional untuk melawan kelompok bersenjata.