Diketahui, sungai Seine tidak hanya menjadi salah satu fitur alam yang paling dikenal di kota Paris.
Akan tetapi sungai tersebut juga akan menjadi arena kompetisi renang triathlon (cabang olahraga yang menggabungkan renang, balap sepeda, dan lari) dan maraton pada Olimpiade Musim Panas 2024 yang akan dimulai pada tanggal 26 Juli.
Sampel yang dikumpulkan oleh kelompok pemantau Eau de Paris awal bulan ini, menunjukkan tingkat bakteri E. coli di sungai Seine berkisar 10 kali lebih tinggi dari tingkat yang dapat ditoleransi.
Eau de Paris mengumpulkan sampel air dari empat lokasi yang membentang di sepanjang sungai, termasuk Jembatan Alexandre III, titik awal untuk acara renang triathlon dan maraton Olimpiade dan Paralimpiade.
Dikutip dari New York Post, Minggu (30/6), kontaminasi E. coli pada air biasanya terkait dengan keberadaan kotoran.
Biasanya tidak berakibat fatal, tetapi dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak menyenangkan seperti diare, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan sepsis.
Pada bulan April 2024, lembaga nirlaba Surfrider Foundation Europe yang menguji air di Sungai Seine selama enam bulan, mencatat tingkat bakteri yang sangat tinggi dan dua kali lipat dari yang diizinkan oleh standar World Triathlon.
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh kantor Walikota Paris Anne Hidalgo, yang merinci hasil tes Eau de Paris mengatakan bahwa mereka juga menemukan enterococci, sejenis bakteri yang hidup di usus, di dalam air sungai yang sudah ada sejak beberapa minggu yang lalu.
Kantor Hidalgo menyalahkan kualitas air yang buruk pada faktor musiman seperti sinar matahari, suhu air, dan aliran sungai, yang semuanya berdampak pada kemampuan bakteri untuk berkembang.
"Oleh karena itu, kualitas air tetap menurun karena konteks hidrologis yang tidak menguntungkan seperti hujan, aliran air yang tinggi, sinar matahari yang rendah, suhu di bawah standar musiman, dan polusi dari hulu," demikian sebagian bunyi laporan tersebut.
Masalahnya diperparah dengan musim semi yang tidak biasa, yang menyebabkan aliran sungai menjadi empat sampai lima kali lipat, dari biasanya pada musim panas.
Prancis telah menghabiskan 1,5 miliar dollar Amerika atau sekitar Rp 24 triliun, selama satu dekade terakhir dalam upaya yang sia-sia untuk membersihkan sungai.
Negara dengan ikon menara Eiffel tersebut, mencoba berbagai hal mulai dari memperbaiki sistem saluran pembuangan Paris ,hingga membangun fasilitas pengolahan dan penyimpanan air yang baru, demikian yang dilaporkan France24.
Acara triathlon yang berlangsung di Seine dijadwalkan pada tanggal 30 Juli 2024, dengan acara renang maraton di sungai yang akan berlangsung pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2024.
Presiden Paris 2024, Tony Estanguet pada bulan April lalu menyarankan agar acara triathlon diundur hingga akhir pertandingan, yang berlangsung selama 19 hari, namun hingga saat ini belum ada rencana untuk mengubah jadwal tersebut.
CBS melaporkan, Hidalgo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berjanji, untuk berenang di sungai Seine sebelum pertandingan untuk menunjukkan kebersihannya.
***