Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juni 2024 | 07.22 WIB

Sudah Memimpin Tajikistan Sejak 1994 Hingga Saat Ini, Emomali Rahmon Dianggap Presiden Anti-Islam

Emomali Rahmon telah berkuasa selama 30 tahun, tahun pertama ia menjabat sebagai presiden tahun 1994 di negara Asia Tengah.

JawaPos.Com - Masih banyak yang belum mengetahui fakta mengenai Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, yang sedang ramai dibicarakan di dunia karena kebijakan negaranya yang melarang warga muslim untuk menggunakan hijab.

Pada Jumat 21/06 lalu parlemen Tajikistan menyetujui RUU atas larangan penggunaan hijab dan penutup kepala. Hal itu merupakan bagian dari agenda Emomali Rahmon untuk mengenalkan budaya asli “Tajiki” agar mengurangi religiusitas agar tidak terkihat secara public.

Dilansir dalam Livemint, Emomali Rahmon telah berkuasa selama 30 tahun, tahun pertama ia menjabat sebagai presiden tahun 1994 di negara Asia Tengah. Selama ia menjabat banyak kebijakan yang berubah dianggap bertentangan oleh rakyatnya.

Hal tersebut dianggap bertentangan oleh masyarakat karena 90 persen warga Tajikistan adalah muslim, sehingga kebijakan tersebut dianggap sebagai melanggar hak warganya. Para masyarakat pun beranggapan bahwa Emomali Rahmon adalah seorang anti islam.

Kebijakan terbaru mengenai larangan menggunakan hijab itu dianggap untuk melindungi nilai-nilai budaya nasional dan mencegah takhayul, serta extremisme. Rahmon mengatakan hal tersebut bertujuan untuk Tajikistan menjadi negara yang berdaulat, berbasis hukum dan sekuler. 

Tak hanya Tajikistan banyak negara eropa yang dianggap anti islam. Seperti pada tahun 2004 Perancis melarang simbol maupun pakaian pada siswa untuk menunjukan afiliasi agama mereka. 

Daftar kebijakan yang dianggap anti islam:

  • Rahmon sering dikritik karena Kebebasan pers di Tajikistan sangat terbatas, dengan jurnalis dan media yang berani mengkritik pemerintah sering menghadapi intimidasi, penangkapan, dan penutupan. Situs web dan sosial media rutin pemblokiran.

  • 2011 Anak dibawah 18 tahun dilarang untuk pergi ke tempat ibadah tanpa adanya izin. Para orang tua dilarang untuk mengirimkan anaknya sekolah agama diluar Tajikistan.

  • Pada tahun 2013, mencoba untuk memberantas para terorisme dengan cara menutup sekolah-sekolah berbasis agama.

  • 2015 Partai dan ormas yang berbasis ormas dibubarkan paksa. Kebijakan pria berjanggut tebal dilarang dan diwajibkan untuk dicukur, hal tersebut namun tidak tertulis pada hukum.

  • Pada tahun 2016, Konstitusi Tajikistan memutuskan kebijakan besar yaitu menghapus batas jumlah jabatan presiden. Melarang partai politik berbasis agama menentang partai nya sendiri. 

  • Pada tahun 2017 para lansia diatas 40 tahun dilarang untuk menunaikan haji. Larangan menyambut jamaah haji juga tahlilan. Serta menutup sekitar 1000 lebih mesjid yang diubah menjadi pusat kesehatan dan kedai teh.

  • Editor: Dimas Ryandi
    Tags
    Artikel Terkait
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore