Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Februari 2024 | 02.50 WIB

Dokter Lakukan Aksi Mogok Kerja, Rumah Sakit di Seoul Alami Gangguan dan Pasien Banyak yang Dipindahkan

Dokter Lakukan Aksi Mogok Kerja, Rumah Sakit di Seoul Alami Gangguan dan Pasien Banyak yang Dipindahkan. Sumber foto: Yonhap News - Image

Dokter Lakukan Aksi Mogok Kerja, Rumah Sakit di Seoul Alami Gangguan dan Pasien Banyak yang Dipindahkan. Sumber foto: Yonhap News

JawaPos.com - Sebagai protes terhadap rencana pemerintah untuk meningkatkan kuota pendaftaran sekolah kedokteran di Seoul, Korea Selatan, kini banyak dokter yang lakukan aksi mogok kerja.

Dilansir dari Yonhap News, hal ini berdampak pada rumah sakit besar di seluruh negeri yang terus mengalami gangguan pada hari Sabtu karena ribuan dokter yang masih menjalani masa pelatihan tetap tidak bekerja selama lima hari berturut-turut

Hampir 100 rumah sakit umum telah membatalkan atau menunda prosedur yang tidak penting dan menolak pasien non-darurat, dengan memprioritaskan layanan untuk kasus darurat yang parah guna meminimalkan beban yang semakin besar pada sistem medis.

Hingga Kamis malam, 8.897, atau 78,5 persen, dari 13.000 dokter peserta pelatihan dari 96 rumah sakit pendidikan besar di Seoul dan tempat lain telah mengajukan pengunduran diri, dengan 7.863 di antaranya tidak masuk kerja, menurut kementerian kesehatan.

Kini, lebih banyak dokter junior diperkirakan akan bergabung dalam protes ini, sehingga menimbulkan kekhawatiran karena mereka memainkan peran penting dalam membantu operasi dan layanan darurat.

Salah satu rumah sakit, Rumah Sakit Universitas Nasional Chungnam, yang terletak di pusat kota Daejeon, menolak beberapa pasien yang mencari perawatan darurat pada hari Sabtu.

Hal itu karena terbatasnya jumlah dokter yang tersedia untuk menangani kasus-kasus mendesak, seperti serangan jantung.

“Seorang nenek datang ke ruang gawat darurat sendirian pagi ini, namun (rumah sakit) mengatakan bahwa ruang gawat darurat tersebut hanya dapat menampung pasien kritis,” kata seorang paramedis.

“Pengobatan tidak mungkin dilakukan, jadi pasien tersebut akan dipindahkan ke rumah sakit yang lebih kecil di dekatnya,” tambahnya.

Rumah sakit telah berjuang untuk mempertahankan operasi mereka dengan meminta bantuan dokter dalam program fellowship, profesor dan perawat untuk mengisi kekosongan tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore