Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2024 | 13.10 WIB

Penumpang Gelap Asal Inggris ini Ditangkap Setelah Berhasil Terbang Tanpa Paspor dan Boarding Pass ke Amerika Serikat

Craig Sturt saat ini masih menjadi daftar pencarian orang. - Image

Craig Sturt saat ini masih menjadi daftar pencarian orang.

JawaPos.com - Penumpang gelap asal Inggris disebutkan berhasil menyelinap masuk ke bandara London, dan naik ke penerbangan menuju bandara John F. Kennedy, New York.

 
Pelancong tersebut berhasil terbang tanpa paspor atau boarding pass pada musim liburan tahun lalu, dan hingga kini ia masih belum ditemukan.
 
Peenumpang gelap tersebut dikettahui bernama Craig Sturt yang berusia 46 tahun, ia dituduh membuntuti seorang penumpang melalui gerbang otomatis di bandara Heathrow, London, pada tanggal 26 Desember 2023.
 
Menurut media The Sun, Rabu (14/2), Sturt berhasil menyelinap tanpa menimbulkan kecurigaan dari petugas yang sedang bekerja.
 
Sturt berhasil meloloskan dirinya sendiri ke gerbang keberangkatan British Airways, ketika dia terus membuntuti penumpang yang tidak menaruh curiga sedikitpun.
 
Mulai dari beberapa pos pemeriksaan keamanan, hingga area pemeriksaan paspor, tanpa menunjukkan dokumen yang diperlukan.
 
Sturt diduga naik dan mendapatkan tempat duduk di penerbangan internasional yang bangkunya sudah terjual penuh, namun ia bisa mendapatkan bangku karena ada beberapa penumpang ketinggalan pesawat.
 
Begitu berada di dalam pesawat, Sturt menyantap makanan dan minuman gratis sambil menikmati kemewahan penerbangan gratis yang berhasil didapatkannya selama enam jam menuju Amerika Serikat.
 
 
Keberuntungan penumpang gelap ini tampaknya habis begitu dirinya tiba di Amerika Serikat, petugas menghentikan Sturt di pos pemeriksaan bea cukai karena dia gagal menunjukkan identitas.
 
Sturt ditangkap di Big Apple pada malam Natal, dan segera dikawal kembali ke penerbangan kembali ke Heathrow.
 
Sturt mendarat kembali di London sekitar pukul 8 malam waktu setempat pada keesokan harinya, dimana ia langsung dibawa ke rumah sakit.
 
Polisi Inggris mendakwa Sturt dengan memperoleh layanan dengan cara menipu, berada di penerbangan secara tidak sah, menaiki pesawat tanpa izin, dan ia ditahan untuk hadir di pengadilan.
 
Namun, pihak berwenang belum dapat menemukan Sturt dan mengeluarkan himbauan orang hilang pada tanggal 30 Januari 2024.
 
"Saya tidak tahu bagaimana Craig berhasil menghindari keamanan di bandara terbesar di Inggris, hingga terbang ke Amerika tanpa paspor dan tiket," kata kakak laki-laki Sturt, Lee Smith yang berusia 52 tahun kepada media.
 
Smith menghubungi pihak keamanan bandara karena ia tidak bisa menghentikan saudaranya, dan memberikan hipotesis yang menakutkan tentang apa yang bisa terjadi jika Sturt bisa berniat jahat.
 
 
"Sungguh konyol hal ini bisa terjadi. Jika Craig, memiliki masa lalu yang bermasalah, dapat menghindari keamanan, maka mungkin orang lain yang memiliki motif jahat juga dapat melakukan hal yang sama."
 
"Para kepala keamanan seharusnya sudah tahu. Bagaimana hal ini bisa dibiarkan terjadi?" tanya Smith.
 
Smith mengetahui perbuatan kakaknya ketika polisi menelpon, dan mengatakan bahwa Sturt ditangkap di bandara New York.
 
"Polisi menelpon dan mengatakan 'Saudara Anda telah ditangkap' oleh Polisi New York. Saat polisi menelepon, saya sedang menyetel MTV dan lagu 'Englishman In New York' dari Sting sedang diputar. Rasanya sangat nyata."
 
Pria yang kebingungan itu mengatakan kepada polisi saat menelepon, bahwa Sturt tidak memiliki paspor tetapi dia diyakinkan bahwa penumpang gelap itu adalah kakaknya.
 
"Mereka mengatakan 'Yah, dia baru saja tertangkap basah sedang berjalan di bandara  John F. Kennedy, New York." 
 
"Saya tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Saya tidak tahu bagaimana dia bisa melakukannya. Saya tahu ini adalah masalah yang serius," kata Smith.
 
Pada bulan November 2023, Sergey Vladimirovich Ochigava asal Rusia menyelinap ke penerbangan menuju Amerika Serikat dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Sturt. 
 
 
Dikutip dari New York Post, pria tersebut membuntuti penumpang yang berbeda di bandara dan naik ke penerbangan internasional.
 
Pria yang berusia 46 tahun tersebut dinyatakan bersalah setelah menyelinap ke dalam penerbangan Scandinavian Airlines dari Kopenhagen, ke bandara Internasional Los Angeles pada tanggal 4 November 2023.
 
Juri memutuskan bahwa Ochigava bersalah atas satu dakwaan menjadi penumpang gelap di pesawat, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
 
Ochigava, yang memegang paspor Rusia dan Israel, baru dihentikan ketika ia sampai di pos pemeriksaan keamanan di LAX, dan gagal menunjukkan tanda pengenal atau dokumen perjalanan apa pun.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore