Gambar yang dirilis oleh Komando Pusat Amerika Serikat yang melakukan serangan bersama Inggris, terhadap Houthi di Yaman. (washingtonpost.com)
JawaPos.com - Pasukan Amerika Serikat dan Inggris menyerang beberapa sasaran di Yaman pada hari Sabtu (3/1).
Pentagon menyatakan bahwa, serangan tersebut berfokus pada militan Houthi yang telah meluncurkan serangan terhadap kapal komersial dan kapal perang Amerika Serikat, di lepas pantai negerannya.
Dilansir dari washingtonpost.com, hal tersebut memicu tindakan pemboman Amerika Serikat di Irak dan Suriah pada hari Jumat malam (2/1), yang merupakan bentuk respon atas terbunuhnya tiga tentara Amerika Serikat di Yordania.
Baca Juga: Yaman Serang 2 Kapal AS dalam Satu Malam, Jubir: Kapal Penghancur dan Dagang Jadi Target Operasi
Menurut Lloyd Austin selaku Menteri Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa pasukan tersebut menargetkan 13 lokasi, yang termasuk fasilitas penyimpanan senjata yang dikubur, peluncuran rudal, sistem pertahanan udara, dan radar.
Selain itu, maksud dari serangan Amerika Serikat yaitu untuk menurunkan kemampuan milisi Houthi yang didukung Iran dalam melakukan serangan dan mengganggu stabilitas kapal Amerika Serikat dan internasional.
Tindakan kolektif ini mengirimkan pesan yang jelas kepada Houthi, bahwa mereka akan menanggung konsekuensi lebih lanjut jika tidak menghentikan serangan ilegalnya.
Baca Juga: Saraya Al-Quds Palestina Apresiasi Hizbullah Lebanon dan Yaman, Ancaman Israel Tidak Dihiraukan
Militer Amerika Serikat dan Inggris dalam melakukan serangan, didukung oleh Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Belanda, Austin, dan Selandia Baru.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa lokasi serangan berada di As Salif, sebelah barat Sanaa di Laut Merah.
Lokasi tersebut menjadi tempat stasiun kendali darat di dekat Al Munirah yang memberikan kendali langsung terhadap drone dan menargetkannya ke Laut Merah.
Baca Juga: Yaman Serang Kapal Angkatan Laut AS, Jubir: Kapal Bawa Logistik untuk Agresi Amerika di Yaman
Dalam serangannya, Inggris menggunakan jet tempur Typhoon FGR4 yang didukung oleh tanker pengisian bahan bakar udara Voyager dalam serangan tersebut.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
