Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Januari 2024 | 02.00 WIB

Tuduhan Afrika Selatan terhadap Genosida, Israel Sangkal melalui Deklasifikasi Keputusan Kabinet

Gambar Pengacara yang mewakili Israel di Mahkamah Internasional di Den Haag (nytimes.com)

JawaPos.com - Israel melalui deklarasi kabinet yang terdiri lebih dari 30 perintah rahasia yang dibuat pemerintah dan pemimpin militer, membantah tuduhan bahwa mereka melakukan genosida di Gaza.

Melainkan, upaya Israel tersebut untuk mengurangi terjadinya kematian terhadap warga sipil di Palestina.

Dilansir dari nytimes.com, salinan dokumen tersebut telah ditinjau pihak The New York Times, menyusul petisi oleh Afrika Selatan ke Mahkama Internasional, yang menuduh Israel melakukan genosida.

Hal tersebut dilakukan karena sebagian besar kasus di Afrika Selatan bergantung pada pernyataan publik dan hasutan yang dibuat oleh para pemimpin Israel, yang menurut mereka sebagai bukti niat melakukan genosida.

Sedangkan, pertahanan Israel membuktikan bahwa apapun yang dikatakan para politisi di depan umum, dikesampingkan oleh keputusan eksekutif, pemerintah dari kabinet perang, dan komando tinggi militer Israel.

Dari bulan Oktober, Israel telah merusak dan menghancurkan Gaza yang telah menewaskan lebih dari 25.000 warga sipil Gaza.

Kejadian tersebut membuat sekitar dua juta warga sipil mengungsi, karena terjadi kerusakan di sebagian besar bangunan.

Sedangkan menurut pejabat Israel, upayanya tersebut merupakan respon dari adanya serangan Hamas, sehingga menyebabkan kematian dan penculikan sekitar 1.400 warga di Israel.

Kesepakatan tentang genosida pada tahun 1948, telah dilanggar oleh Israel, sebagai pembunuhan anggota kelompok etnis atau nasional tertentu, melalui tuduhan Afrika Selatan.

Oleh karena itu, untuk mencapai tujuannya, baik Afrika Selatan maupun Israel tidak hanya berfokus pada apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin dan tentara, melainkan juga pada apa yang telah mereka katakan dan disepakati bersama.

Salah satu dokumen dengan tebal 400 halaman, memuat maksud Israel untuk melakukan perang yang sah dengan Hamas, bukan melakukan genosida terhadap Palestina.

Tetapi, di antara dokumen-dokumen Israel tersebut, yang tidak digolongkan adalah rangkuman diskusi kabinet pada akhir bulan Oktober.

Namun dokumen tersebut juga sangat dikurasi dan menghilangkan sebagian besar pemerintah pada masa perang, yang diberikan oleh kabinet dan militer.

Dokumen yang tersedia tidak termasuk dari sepuluh hari pertama terjadinya perang, pada saat Israel blokir bantuan menuju Gaza, hingga menutup akses listrik serta air, yang biasanya diperuntukkan di wilayah tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore