
Photo
JawaPos.com - Kasus politikus India Nupur Sharma yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW memasuki babak baru. Polisi di New Delhi mengatakan pada Kamis (9/6) bahwa pihaknya telah mengajukan pengaduan terhadap Sharma. Itu karena dinilai menghasut orang-orang yang berakibat memecah belah lewat media sosial.
Pengaduan itu dilakukan beberapa hari setelah pernyataan Sharma tentang Nabi Muhammad dan menyebabkan reaksi keras dari pelbagai pihak. Banyak negara mayoritas Muslim mengutuk India setelah Nupur Sharma yang sebelumnya merupakan juru bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP), mengomentari kehidupan pribadi nabi selama debat di TV dan dianggap menghina Muslim.
Seruan telah berkembang untuk memboikot produk India di negara-negara Teluk. Sementara BJP telah menangguhkan Sharma dan meminta juru bicaranya untuk bersuara lebih bertanggung jawab di depan umum.
Polisi Delhi mengatakan pihaknya telah mendaftarkan dua pengaduan awal yang dikenal sebagai laporan informasi pertama berdasarkan analisis media sosial. Ini terhadap mereka yang mencoba mengganggu ketenangan publik dan menghasut orang yang berakibat memecah belah.
"Satu pengaduan berkaitan dengan Nupur Sharma dan yang lain pengaduan terhadap beberapa entitas media sosial," kata departemen kepolisian Delhi di Twitter, tanpa merinci unggahan apa yang memicu keluhan dan entitas apa.
"Saat pemberitahuan dikirim ke perantara media sosial untuk rincian orang-orang di balik akun/entitas ini, #DelhiPolice mengimbau semua orang untuk berhenti mengunggah apa pun yang dapat mengganggu keharmonisan sosial dan komunal," demikian penjelasan Kepolisihan Delhi.
Di India, pengajuan pengaduan adalah proses pertama dalam penyelidikan polisi dan biasanya diikuti dengan interogasi terhadap terdakwa.
Sharma tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim melalui pesan langsung Twitter. Sharma mengatakan di Twitter bahwa komentarnya tentang nabi itu sebagai tanggapan atas penghinaan dan perendahan kehormatan yang terus-menerus terhadap dewa Hindu. Hanya saja, dia telah mencabut pernyataannya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
