Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2024 | 16.39 WIB

Dikira Terkena Air, Ternyata Bantal Penumpang Qantas Airline Dibasahi Urine Sepanjang Penerbangan Bangkok-Sydney

Insiden air kencing di maskapai Qantas Airlines membuat dua penumpangnya meminta pengembalian dana penuh. - Image

Insiden air kencing di maskapai Qantas Airlines membuat dua penumpangnya meminta pengembalian dana penuh.

JawaPos.com - Sebuah pengalaman tak menyenangkan dialami dua warga Kiwi dalam penerbangannya menuju Sydney. Keduanya baru menyadari telah duduk di atas air seni selama sepuluh jam sejak pertama kali lepas landas dari Bandara Bangkok, Thailand.

Kejadian itu berawal saat keduanya melakukan perjalanan dengan maskapai Qantas Airline pada 30 Desember lalu. Saat hendak melakukan penerbangan dan mengambil tempat duduk di pesawat, salah seorang dari mereka meletakkan bantal Qantas dan barang-barang miliknya di bawah kursi depannya.

Ketika diambil kembali, bantal dan barang-barang yang diletakkan di bawah tersebut sudah basah dan bernoda di salah satu sisi. Bahkan bantal leher perjalanan pun juga tampak basah.

Kedua penumpang yang merupakan pasangan tersebut mengira itu adalah air. Sehingga, mereka meletakkan barang mereka di atas kepala, dan membersihkan bantal kepala untuk digunakan selama perjalanan.

Pasangan tersebut juga memanggil pramugari maskapai untuk mengganti bantal Qantas yang basah dan terkena noda. “Kami memanggil petugas yang kebingungan dan mengambil bantal itu,” ucapnya.

Kondisi mulai rumit di detik-detik akhir penerbangan, tatkala seorang penumpang di depan pasangan tersebut merogoh bawah kursi mereka dan menemukan pakaian dalam anak-anak.

Hal tersebut sontak membuat kedua warga Kiwi tersebut yakin bahwa penyebab bantal dan barang mereka basah adalah urine, bukan air. “Sekarang kami tahu bahwa kami telah duduk di dalam air seni selama 10 jam perjalanan,” ujarnya seperti dikutip nzherald.co.nz.

Pelancong tersebut mengaku telah menggunakan bantal leher yang basah oleh air kencing tersebut selama beberapa jam terakhir. “Dan bantal leher travel, ya, saya telah menggunakannya selama beberapa jam terakhir, dengan asumsi bantal itu hanya sedikit basah karena air,” ungkapnya.

Pascakejadian tersebut, kedua turis itu menuntut pengembalian dana penuh. Namun supervisor malah menawarkan 10.000 poin Qantas pada pasangan tersebut. “Tidak sebanding dengan fakta bahwa kita berada di dalam limbah biohazard,” ucapnya.

Diketahui keduanya meminta pengembalian dana sebesar USD 3827,95 US atau setara dengan Rp 59.811.527.

Kedua penumpang tersebut mengaku pemberian poin tidak ada gunanya karena mereka tidak ingin menggunakan Maskapai Qantas lagi kedepannya. “Kami ingin mendapatkan pengembalian uang setidaknya untuk bagian penerbangan ini,”.

Beruntung, Maskapai Qantas akhirnya bertanggung jawab dan mengganti penuh tiket mereka, meskipun pihaknya mengaku bahwa kesalahan urin kemungkinan besar karena keteledoran kru kebersihan di Bangkok.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore