
Insiden air kencing di maskapai Qantas Airlines membuat dua penumpangnya meminta pengembalian dana penuh.
JawaPos.com - Sebuah pengalaman tak menyenangkan dialami dua warga Kiwi dalam penerbangannya menuju Sydney. Keduanya baru menyadari telah duduk di atas air seni selama sepuluh jam sejak pertama kali lepas landas dari Bandara Bangkok, Thailand.
Kejadian itu berawal saat keduanya melakukan perjalanan dengan maskapai Qantas Airline pada 30 Desember lalu. Saat hendak melakukan penerbangan dan mengambil tempat duduk di pesawat, salah seorang dari mereka meletakkan bantal Qantas dan barang-barang miliknya di bawah kursi depannya.
Ketika diambil kembali, bantal dan barang-barang yang diletakkan di bawah tersebut sudah basah dan bernoda di salah satu sisi. Bahkan bantal leher perjalanan pun juga tampak basah.
Kedua penumpang yang merupakan pasangan tersebut mengira itu adalah air. Sehingga, mereka meletakkan barang mereka di atas kepala, dan membersihkan bantal kepala untuk digunakan selama perjalanan.
Pasangan tersebut juga memanggil pramugari maskapai untuk mengganti bantal Qantas yang basah dan terkena noda. “Kami memanggil petugas yang kebingungan dan mengambil bantal itu,” ucapnya.
Kondisi mulai rumit di detik-detik akhir penerbangan, tatkala seorang penumpang di depan pasangan tersebut merogoh bawah kursi mereka dan menemukan pakaian dalam anak-anak.
Hal tersebut sontak membuat kedua warga Kiwi tersebut yakin bahwa penyebab bantal dan barang mereka basah adalah urine, bukan air. “Sekarang kami tahu bahwa kami telah duduk di dalam air seni selama 10 jam perjalanan,” ujarnya seperti dikutip nzherald.co.nz.
Pelancong tersebut mengaku telah menggunakan bantal leher yang basah oleh air kencing tersebut selama beberapa jam terakhir. “Dan bantal leher travel, ya, saya telah menggunakannya selama beberapa jam terakhir, dengan asumsi bantal itu hanya sedikit basah karena air,” ungkapnya.
Pascakejadian tersebut, kedua turis itu menuntut pengembalian dana penuh. Namun supervisor malah menawarkan 10.000 poin Qantas pada pasangan tersebut. “Tidak sebanding dengan fakta bahwa kita berada di dalam limbah biohazard,” ucapnya.
Diketahui keduanya meminta pengembalian dana sebesar USD 3827,95 US atau setara dengan Rp 59.811.527.
Kedua penumpang tersebut mengaku pemberian poin tidak ada gunanya karena mereka tidak ingin menggunakan Maskapai Qantas lagi kedepannya. “Kami ingin mendapatkan pengembalian uang setidaknya untuk bagian penerbangan ini,”.
Beruntung, Maskapai Qantas akhirnya bertanggung jawab dan mengganti penuh tiket mereka, meskipun pihaknya mengaku bahwa kesalahan urin kemungkinan besar karena keteledoran kru kebersihan di Bangkok.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
