
Edwin Wagensveld, pemimpin gerakan anti-Islam Belanda./Daily Sabah
JawaPos.com – Bentrokan terjadi di Belanda antara polisi dan kelompok yang menentang perencanaan pembakaran Al-Qur'an yang direncanakan oleh pemimpin gerakan Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat (PEGIDA), Edwin Wagensveld.
Dilansir dari NL Times (16/1), Edwin Wagensveld ketua organisasi anti islam PEGIDA cabang Belanda terluka dalam demonstrasi di Arnhem dimana dia ingin membakar salinan Al-Qur’an.
Polisi mengatakan sekelompok orang berdemonstrasi menentang pembakaran Al-Quran yang dilakukan PEGIDA dan mereka mendapat izin dari pemerintah kota di Arnhem.
Kelompok tersebut berusaha melakukan intervensi, sehingga demonstrasi terhenti dan terjadi bentrokan.
Tiga orang ditangkap karena ketidakpatuhan dan tiga petugas menderita luka ringan. Tersebar informasi bahwa pimpinan PEGIDA ditempatkan dibawah perlindungan pihak kepolisian.
Tiga petugas polisi juga menderita luka-luka, kata Walikota Ahmed Marcouch kepada ANP. Dia mengatakan polisi diserang dan dilempari kembang api dan batu.
Walikota Arnhem Ahmed Marcouch, asal Maroko, mengatakan pembakaran kitab suci tidak dilarang di Belanda.
“Saya memahami kesedihan dan emosi yang ditimbulkan dari pembakaran kitab suci, namun kekerasan tidak dapat diterima. Anda harus melawan ide dengan ide,” kata walikota.
“Sangat menyedihkan dan mengecewakan bahwa begitu banyak kekerasan yang digunakan. Saya sangat marah mengenai hal ini,” tambahnya.
Tiga orang telah ditangkap. Marcouch mengatakan lebih banyak orang mungkin ditangkap dalam beberapa hari mendatang.
“Ada gambar bagus yang tersedia tentang apa yang terjadi,” katanya tentang rekaman kamera yang diambil di tempat kejadian.
“Kami melakukan segala upaya untuk memfasilitasi hak untuk berdemonstrasi. Namun ketika petugas dan Wagensveld diserang, kami membubarkan demonstrasi secara permanen,” kata walikota.
Wagensveld awalnya dibawa pergi oleh polisi untuk memastikan keselamatannya. Beberapa waktu kemudian ia kembali ke lokasi untuk bisa melancarkan aksinya.
Wagensveld telah ditangkap beberapa kali selama demonstrasi kelompok anti-Islam. Dia juga sebelumnya pernah dihukum karena melanggar undang-undang ujaran kebencian di Belanda.
Yildirim Usta, anggota dewan dari Partai Denk mengkritik Marcouch karena mengizinkan penistaan Al-Quran oleh PEGIDA. Dia menyebutnya kejahatan rasial dengan berkedok kebebasan berpendapat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
