Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2024 | 13.20 WIB

Tiongkok Menemukan Golongan Darah P Sebagai Sampel Gen Baru yang Langka dan Belum Terdeteksi di Dunia

Ilustrasi sampel golongan darah/sumber: freepik - Image

Ilustrasi sampel golongan darah/sumber: freepik

JawaPos.com – Beberapa waktu lalu, Tiongkok sempat dihebohkan dengan adanya penemuan golongan darah baru, yaitu golongan darah P.

Menurut laporan berita Tiongkok yang dilansir dari South China Morning Post, subtipe golongan darah P yang terbilang langka ini, ditemukan pada tubuh seorang pasien.

Dimana urutan nukleotidanya tidak diketahui, saat ia melakukan tes darah rutin tahun 2023 lalu pada sebuah rumah sakit di Taizhou, provinsi Jiangsu.

Dalam laporannya, hanya segelintir kasus yang terdokumentasi mengenai orang-orang dengan golongan darah P di Tiongkok. Bahkan, jenis goldar ini frekuensinya terbilang lebih rendah dari satu dalam sejuta.

Tidak hanya di situ, staf sebuah rumah sakit rakyat di Taixing juga menemukan golongan darah P yang ada pada pasien.

Sehingga, mereka menyerahkan urutan genetik ini ke database urutan GenBank. Yaitu sebuah koleksi terbuka, yang dikelola oleh Pusat Informasi Bioteknologi Nasional di Amerika Serikat.

Kemudian, di bulan Desember kemarin pusat AS mengatakan, bahwa urutan nukleotida yang ada dalam sampel golongan darah P, belum pernah terdeteksi sebelumnya di dunia ini.

Seperti yang diketahui, nukleotida adalah salah satu dari banyaknya molekul kecil yang membentuk DNA dan RNA, dan asam nukleat inilah yang membawa informasi genetik pada seseorang.

Mungkin bagi sebagian orang awam, golongan darah tipe P ini merupakan sejenis penemuan baru. Namun, ternyata tipe goldar ini sudah ditemukan sejak tahun 1927. Tetapi belum terdeteksi secara medis.

Dikutip dari laman Britannica, golongan darah P terdiri dari 5 subtipe yaitu P 1 , P 2 , P 1 k , P 2 k , dan p.

Kelima subtipe golongan darah tersebut diberi nomor seri OR900206, dalam database gen manusia. Tipe P 1 dan P 2 diteliti lebih sering terjadi dibandingkan P 1 k , P 2 k , dan p.

Dalam tahap pengujian, golongan darah P mudah terlewatkan karena tidak dapat diambil oleh reagen, yang ada untuk golongan darah ABO dan Rh.

Menurut Spesialis transfusi di Tiongkok, Cao Guoping, ia mendeteksi bahwa individu yang memiliki golongan darah tidak biasa ini, membantu mereka dalam mendeteksi diri sejak dini, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menjalani transfusi darah dan potensi kritis terkait.

“Dalam kasus yang dialami oleh perempuan hamil dengan golongan darah ini, keberadaan antibodi ‘anti-Tja’ yang menyerang plasenta secara langsung, dapat menyebabkan keguguran berulang dan bayi yang lahir dalam keadaan mati,” ucapnya ketika membahas antibodi alami dalam diri golongan darah P.

Sehingga, individu yang bergolongan darah P harus lebih ekstra dalam menjaga kesehatan tubuh, agar sistem imunnya tidak mudah lemah dan terserang penyakit.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore