Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Maret 2022 | 18.31 WIB

Ahli Sebut AS Terancam Lonjakan Kasus Subvarian Omicron BA.2

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kasus Covid-19 di Amerika Serikat diperkirakan belum akan selesai setelah sempat dilanda badai Omicron. Sebab beberapa minggu ke depan, pakar penyakit menular AS dr. Anthony Fauci memperkirakan AS bakal dibayangi lonjakan kasus dari subvarian Omicron yakni varian BA.2.

Kepada ABC News, dr. Fauci menegaskan meski lonjakan kasus berpotensi ada, akan tetapi kemungkinan tidak menyebabkan lonjakan rawat inap atau kematian. Gejalanya lebih ringan.

"Saya tidak akan terkejut jika dalam beberapa minggu ke depan kita melihat sedikit penurunan atau bahkan mungkin peningkatan," kata Fauci kepada Brad Mielke dari ABC News di podcast Start Here.

Prediksinya didasarkan pada percakapan dengan rekan-rekan di Inggris, yang saat ini melihat lonjakan. Kasus di AS biasanya mengikuti Inggris sekitar tiga minggu.

"Kabar baiknya penggunaan tempat tidur perawatan intensif tidak meningkat, yang berarti tidak melihat gejala penyakit parah," tambahnya.

Varian BA.2, jenis Omicron yang lebih menular, sekarang mewakili sekitar 23 persen dari semua kasus di AS, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Fauci memperkirakan bahwa varian BA.2 pada akhirnya akan menyalip dan dominan, namun ia tak dapat memprediksi kapan itu terjadi.

"Apakah itu akan mengarah ke lonjakan lain, lonjakan rendah atau bahkan lonjakan sedang, sangat tidak jelas karena banyak hal lain yang terjadi saat ini," kata Fauci.

Mirip dengan Inggris, sebagian besar AS baru-baru ini melonggarkan upaya mitigasi seperti masker dan persyaratan untuk bukti vaksinasi. "Juga belum jelas berapa lama kekebalan dari infeksi sebelumnya akan bertahan," kata Fauci.

Tetap Butuh Booster

Fauci dan para ahli lainnya, termasuk Direktur CDC Rochelle Walensky, semakin memperkirakan bahwa orang lanjut usia akan membutuhkan suntikan booster.

Pada saat yang sama, Fauci mendesak orang Amerika yang belum mendapatkan booster, untuk segera divaksin Pfizer atau Moderna. Ia juga membela keputusan CDC untuk melonggarkan rekomendasi masker awal bulan ini dengan beralih ke strategi yang lebih berfokus pada hasil yang parah, seperti rawat inap dan kematian, daripada penyebaran kasus harian.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore