Demonstran memprotes perang yang melibatkan AS, Inggris, dan Israel.
JawaPos.com–Ratusan orang aktivis anti perang lakukan demonstrasi di depan Markas Militer Akrotiri Britania di Cyprus. Mereka memprotes agresi militer Israel di Gaza hingga penyerangan Amerika dan Inggris ke Yaman pada Minggu (14/1).
Dilansir dari english.ahram.org, para demonstran menuntut penutupan pangkalan militer di bawah kendali Inggris sejak kemerdekaan Negara Kepulauan Mediterania Timur pada 1960. Para aktivis anti perang tersebut membentangkan spanduk dengan tulisan Ceasefire Now atau Gencatan Senjata Sekarang atas perang yang terus berlanjut di Gaza, Palestina. Sedangkan beberapa spanduk lain juga ditampilkan dengan tulisan Hentikan Pendanaan Genosida.
Beberapa laporan online di Inggris menunjukkan, adanya penerbangan militer Inggris dan Amerika dari Akrotiri menuju Tel Aviv. Mereka menuduh penerbangan itu membawa pasukan militer untuk Israel.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengklarifikasi kepada AFP bahwa pasukan Inggris di Siprus terus mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Tidak ada penerbangan RAF ke Israel yang membawa kargo mematikan.
Juru bicara tersebut juga menyatakan, kapal angkatan laut Inggris digunakan untuk mengirim pasokan bantuan seberat 87 ton dari Inggris dan Siprus ke Mesir yang akan disalurkan ke rakyat Gaza.
Polisi tampak berdiri di sekitar para pengunjuk rasa dan gerbang pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Akrotiri, sebuah wilayah luar negeri Inggris di dekat kota pesisir selatan Limassol.
Ketua Dewan Perdamaian Siprus Tasos Kosteas mengatakan, Siprus adalah contoh nyata bahwa adanya pangkalan militer tidak menyelesaikan masalah, tidak memberikan stabilitas dan keamanan. Namun, justru mengintensifkan militerisasi dan melanggengkan ketegangan.
Pawai demonstrasi diorganisir Dewan Perdamaian Siprus serta didukung partai oposisi sayap kiri AKEL, kelompok United for Palestine, dan banyak kelompok kiri lainnya.
Aktivis United for Palestine Leandros Fischer, profesor dari Limassol mengatakan, pangkalan militer itu juga digunakan dalam penyerangan Amerika dan Inggris baru-baru ini terhadap kelompok Houthi di Yaman. Para pengunjuk rasa juga menyuarakan penentangan pangkalan militer Inggris di Siprus.
Menurut Leandros Fischer, Inggris menjadikan pulau itu sebagai target yang potensial.
Vera Polycarpou, kepala hubungan Internasional AKEL mengatakan, unjuk rasa itu menentang penggunaan pangkalan-pangkalan tersebut. Pihaknya menentang kehadiran pangkalan tersebut di Siprus.
”Kami ingin agar pangkalan tersebut dibongkar,” ucap Vera Polycarpou.
Hingga saat ini, invasi dan agresi militer Israel di Gaza menewaskan hampir 24.000 orang yang sebagian besar dari mereka merupakan anak-anak dan perempuan, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
