Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Desember 2025 | 23.03 WIB

Solidaritas Gaza di Tengah Agresi: Warga Palestina Galang Dana untuk Korban Banjir di Sumatera

Armada BBM Pertamina melintasi jalur terendam banjir dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang, Selasa (2/12/2025). (ANTARA/Tim Media Presiden Prabowo) - Image

Armada BBM Pertamina melintasi jalur terendam banjir dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang, Selasa (2/12/2025). (ANTARA/Tim Media Presiden Prabowo)

JawaPos.com-Di tengah tekanan agresi militer dan blokade berkepanjangan, warga Gaza kembali menunjukkan wajah lain dari ketangguhan mereka.

Meski hidup dalam krisis kemanusiaan, masyarakat di wilayah pesisir Palestina itu justru mengulurkan tangan kepada korban banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera, Indonesia.

Lewat penggalangan dana sederhana yang dilakukan dari rumah ke rumah, warga Gaza berhasil mengumpulkan sekitar Rp 16 juta. Jumlahnya memang tidak besar jika dibandingkan kebutuhan penanganan bencana, namun aksi tersebut dinilai sebagai simbol solidaritas lintas negara yang menghangatkan perhatian publik Indonesia.

Pembina Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) Ferry Nur menegaskan, dukungan moral dan materil dari Gaza ini dilakukan secara sukarela oleh masyarakat yang juga sedang berjuang mempertahankan hidup.

“Rakyat Gaza Palestina, walaupun sedang menderita akibat serangan brutal penjajah Israel, masih memiliki kepedulian dan cinta kepada rakyat Indonesia,” ujar Ferry.

Inisiatif penggalangan dana ini menyebar cepat melalui jejaring masyarakat lokal Gaza. Banyak warga yang mengaku merasa tergerak karena Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Selain bantuan dana, sejumlah pesan penguatan moral turut disampaikan untuk para korban bencana di Indonesia. Bagi mereka, empati adalah nilai yang tetap dipertahankan meski hidup dalam keterbatasan ekstrem.

Banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa kawasan di Sumatera dalam sepekan terakhir menyebabkan ribuan rumah terdampak dan aktivitas ekonomi sempat lumpuh. Pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan relawan kini bekerja mempercepat proses pemulihan.

Di tengah upaya tersebut, masuknya bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari luar negeri, membawa dampak positif dalam memperkuat logistik dan bantuan sosial bagi warga terdampak.

KISPA menilai bahwa aksi solidaritas warga Gaza merupakan bentuk diplomasi kemanusiaan yang lahir tanpa protokol politik. Inisiatif ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak membutuhkan platform besar; langkah kecil sekalipun dapat memberi makna besar bagi penerimanya.

“Dukungan seperti ini menjadi bukti bahwa solidaritas tidak memerlukan perjanjian resmi. Rakyat biasa pun bisa memberi pengaruh luas,” lanjut Ferry.

Dalam perspektif sosial, tindakan warga Gaza mencerminkan bagaimana pengalaman hidup dalam tekanan dapat melahirkan rasa empati yang lebih kuat terhadap penderitaan orang lain. Ketika isu kemanusiaan muncul, batas negara pun seolah memudar.

Aksi ini juga memantik diskusi tentang pentingnya solidaritas global di tengah tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks, mulai dari bencana alam, konflik geopolitik, hingga krisis sosial ekonomi.

Di saat sebagian wilayah dunia masih bergulat dengan konflik dan bencana, penggalangan dana yang dilakukan warga Gaza dipandang sebagai pengingat bahwa kepedulian tidak harus berangkat dari kondisi berlebihan.

Solidaritas dapat hadir dari niat tulus dan keinginan untuk membantu, meski dari tempat yang paling terpukul sekalipun.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore