
Imbas kecelakaan pada pesawat baru, Boeing memiliki saham anjlok pekan ini./New York Times
JawaPos.com - Saham Boeing anjlok 8 persen pada perdagangan yang tercatat pada Senin (8/1), Federal Aviation Administration (FAA) yang memerintahkan maskapai untuk hentikan operasional lusinan pesawat Boeing 737 Max 9 untuk pemeriksaan mendesak karena tragedi kecelakaan.
Dilansir dari New York Times pada Selasa (9/1) FAA mengeluarkan perintah tersebut pada Sabtu 6 Januari 2024 setelah penutup pintu lepas di tengah-tengah penerbangan Alaska Airlines pada Jumat 5 Januari 2024 saat pesawat yang baru lepas landas di ketinggian sekitar 16.000 kaki.
Saham Boeing sempat pulih sebentar setelah mengeluarkan inspeksi Boeing 737 Max 9 kepada maskapai, sebuah langkah penting untuk melanjutkan penerbangan.
Saham Boeing turun sekitar 8,03 persen menjadi 229 US Dollar dengan kapitalisasi pasar 138,54 miliar US Dollar.
Saham Boeing berada di level tertinggi 233,85 US Dollar dan terendah sekitar 225,79 US Dollar. Saham Alaska Air yang mengalami kecelakaan lepas jendela ditutup tergolong mendatar.
Selain itu saham Aero Systems turun 11 persen. Insiden itu kembali membuat Boeing menjadi sorotan.
Dilansir dari Forbes News, CEO Boeing Dave Calhoun berusaha meyakinkan para investor kalau Boeing kembali ke kondisi lebih baik setelah serangkaian masalah termasuk dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang, kekacauan rantai pasokan akibat pandemi Covid 19 dan serangkaian kualitas yang bermasalah.
Penghentian penerbangan skala besar yang dilakukan oleh otoritas penerbangan jarang terjadi. Akan tetapi FAA memeriksa Boeing dan 737 Max terlarisnya sejak kecelakaan fatal pada 2018 dan 2019.
Boeing mengatakan pihaknya setuju dengan keputusan FAA melarang terbang pesawat 737 Max 9 untuk pemeriksaan. Boeing sedang susun instruksi dengan regulator federal agar maskapai dapat memulai inspeksi.
Insiden pada Jumat lalu terjadi tepat saat Boeing mencoba meningkatkan produksi Max.
Analis Bank of America, Ron Epstein menuturkan pelanggaran seperti ini membuat orang mempertanyakan pengendalian kualitas jalur pengiriman 737 dan dampak dari tenaga kerja yang tidak berpengalaman terhadap Boeing dan rantai pasokannya.
"Pesawat ini masih memiliki mesin baru dan stiker harga di jendelanya, harusnya dilakukan pengecekan ulang sebelum dioperasikan," ujar analis tersebut kepada Forbes News.
Pada Sabtu (6/1) Boeing menuturkan sekitar 171 pesawat akan terpengaruh oleh arahan kelayakan udara daruratnya yang berlaku untuk maskapai Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah itu.
Maskapai Alaska dan United merupakan operator terbesar model 737 max 9 yang lebih dari 200 di antaranya terbang di seluruh dunia," menurut Cirium.
United Airlines memiliki 79 penerbangan terbanyak dan Alaska 65 penerbangan, sedangkan sisanya menyebar di maskapai lain. Saham United naik lebih dari 2 persen pada perdagangan senin (8/1) kemarin.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
