
Kenaikan harga real estat membuat pasangan berpikir ulang untuk memiliki anak./Allkpop
JawaPos.com - Sebuah studi penelitian telah mengungkapkan bahwa faktor paling signifikan, yang berkontribusi terhadap rendahnya angka kelahiran di Korea Selatan adalah karena dampak kenaikan harga real estat, dan tren ini telah meningkat sejak tahun 2010.
Pada tanggal 3 Januari, Korea Research Institute for Human Settlements menerbitkan laporan berjudul 'Diagnosis Penyebab Rendahnya Angka Kelahiran dan Arah Kebijakan dalam Real Estate'.
Studi ini mengidentifikasi harga rumah dari tahun sebelumnya, 30,4 persen responden secara nasional mengungkapkan penjualan dan harga sewa sebagai faktor utama yang mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak pertama.
Pengaruh ini lebih terasa di wilayah metropolitan Seoul, dimana 38,4 persen partisipan menyebutkan harga rumah sebagai faktor yang signifikan, berbeda dengan 26,5 persen di wilayah non-metropolitan.
Meskipun harga rumah tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak kedua, persentase yang menyatakan hal ini sedikit menurun menjadi 28,7 persen.
Sebaliknya, kontribusi biaya pendidikan meningkat menjadi 9,1 persen, melampaui faktor penentu keputusan untuk memiliki anak pertama sebanyak 5,5 persen.
Memiliki anak ketiga, dampak harga rumah menurun menjadi 27,5 persen, dan biaya pendidikan meningkat menjadi 14,3 persen, seperti yang dikutip dari Allkpop.
"Untuk mendorong kelahiran anak pertama, dukungan kebijakan di sektor perumahan sangat penting, sementara dukungan di sektor pendidikan menjadi penting untuk kelahiran dua anak atau lebih," ungkap peneliti Park Jin Baek yang penulis laporan tersebut.
Dia menekankan perlunya kebijakan yang disesuaikan untuk memulihkan tingkat kelahiran anak pertama, kedua, dan ketiga.
Studi ini menemukan, bahwa angka kelahiran dari tahun sebelumnya sangat memprediksi jumlah anak yang lahir tiga tahun kemudian.
Untuk anak pertama, faktor terbesar yang mempengaruhi keputusan ini adalah angka kelahiran tahun lalu (76,2 persen), diikuti oleh harga rumah (16,7 persen), partisipasi wanita dalam angkatan kerja (3,9 persen), dan biaya pendidikan (1,5 persen).
Hal ini menunjukkan bahwa seberapa lazimnya orang lain memiliki anak, yang sangat dipengaruhi oleh pilihan orang tersebut untuk mulai membangun keluarga.
Dalam hal memiliki anak kedua, angka kelahiran tahun lalu masih memiliki dampak yang paling signifikan (59,8 persen), biaya perumahan (16,0 persen), pekerjaan wanita (12,8 persen), dan biaya pendidikan (6,4 persen) juga memainkan peran penting.
Peneliti Park menyarankan untuk berfokus pada membuat perumahan lebih terjangkau, dan pekerjaan lebih stabil untuk pasangan muda sebagai cara utama untuk mendorong lebih banyak kelahiran.
Studi ini juga mencatat bahwa pengaruh harga rumah, terhadap keputusan untuk memiliki anak menjadi lebih cepat dari tahun ke tahun.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
