Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Januari 2024 | 16.00 WIB

Studi Penelitian Mengungkap Faktor Utama yang Berkontribusi Besar Terhadap Rendahnya Angka Kelahiran di Korea Selatan

Kenaikan harga real estat membuat pasangan berpikir ulang untuk memiliki anak./Allkpop - Image

Kenaikan harga real estat membuat pasangan berpikir ulang untuk memiliki anak./Allkpop

JawaPos.com - Sebuah studi penelitian telah mengungkapkan bahwa faktor paling signifikan, yang berkontribusi terhadap rendahnya angka kelahiran di Korea Selatan adalah karena dampak kenaikan harga real estat, dan tren ini telah meningkat sejak tahun 2010.

Pada tanggal 3 Januari, Korea Research Institute for Human Settlements menerbitkan laporan berjudul 'Diagnosis Penyebab Rendahnya Angka Kelahiran dan Arah Kebijakan dalam Real Estate'.

Studi ini mengidentifikasi harga rumah dari tahun sebelumnya, 30,4 persen responden secara nasional mengungkapkan penjualan dan harga sewa sebagai faktor utama yang mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak pertama.

Pengaruh ini lebih terasa di wilayah metropolitan Seoul, dimana 38,4 persen partisipan menyebutkan harga rumah sebagai faktor yang signifikan, berbeda dengan 26,5 persen di wilayah non-metropolitan.

Meskipun harga rumah tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak kedua, persentase yang menyatakan hal ini sedikit menurun menjadi 28,7 persen.

Sebaliknya, kontribusi biaya pendidikan meningkat menjadi 9,1 persen, melampaui faktor penentu keputusan untuk memiliki anak pertama sebanyak 5,5 persen.

Memiliki anak ketiga, dampak harga rumah menurun menjadi 27,5 persen, dan biaya pendidikan meningkat menjadi 14,3 persen, seperti yang dikutip dari Allkpop.

"Untuk mendorong kelahiran anak pertama, dukungan kebijakan di sektor perumahan sangat penting, sementara dukungan di sektor pendidikan menjadi penting untuk kelahiran dua anak atau lebih," ungkap peneliti Park Jin Baek yang penulis laporan tersebut.

Dia menekankan perlunya kebijakan yang disesuaikan untuk memulihkan tingkat kelahiran anak pertama, kedua, dan ketiga.

Studi ini menemukan, bahwa angka kelahiran dari tahun sebelumnya sangat memprediksi jumlah anak yang lahir tiga tahun kemudian.

Untuk anak pertama, faktor terbesar yang mempengaruhi keputusan ini adalah angka kelahiran tahun lalu (76,2 persen), diikuti oleh harga rumah (16,7 persen), partisipasi wanita dalam angkatan kerja (3,9 persen), dan biaya pendidikan (1,5 persen).

Hal ini menunjukkan bahwa seberapa lazimnya orang lain memiliki anak, yang sangat dipengaruhi oleh pilihan orang tersebut untuk mulai membangun keluarga.

Dalam hal memiliki anak kedua, angka kelahiran tahun lalu masih memiliki dampak yang paling signifikan (59,8 persen), biaya perumahan (16,0 persen), pekerjaan wanita (12,8 persen), dan biaya pendidikan (6,4 persen) juga memainkan peran penting.

Peneliti Park menyarankan untuk berfokus pada membuat perumahan lebih terjangkau, dan pekerjaan lebih stabil untuk pasangan muda sebagai cara utama untuk mendorong lebih banyak kelahiran.

Studi ini juga mencatat bahwa pengaruh harga rumah, terhadap keputusan untuk memiliki anak menjadi lebih cepat dari tahun ke tahun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore