Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 16.27 WIB

Japan Airlines Tabrakan dengan Pesawat Respons Gempa di Landasan Pacu Bandara Haneda, 5 Meninggal

AKIBAT TABRAKAN: Pesawat Japan Airlines yang terbakar di landasan pacu Bandara Haneda, Tokyo, Selasa (2/1). - Image

AKIBAT TABRAKAN: Pesawat Japan Airlines yang terbakar di landasan pacu Bandara Haneda, Tokyo, Selasa (2/1).

JawaPos.com – Bandara Internasional Tokyo atau yang dikenal dengan Bandara Haneda ditutup sementara kemarin (2/1). Sebagian penerbangan dialihkan ke bandara lain di sekitarnya setelah terjadi tabrakan antara pesawat milik Japan Airlines (JAL) dengan pesawat kecil Penjaga Pantai Jepang.

JAL mengatakan bahwa ada 367 penumpang dan 12 awak berada di dalam pesawat Airbus A350 yang kecelakaan itu. Mereka semua dapat dievakuasi dengan selamat, meski 15 orang menderita luka-luka.

Namun, pesawat tersebut terbakar hebat hingga tak berwujud. Flightradar24 melaporkan penerbangan dari Bandara Haneda dialihkan ke Bandara Narita di Prefektur Chiba, Bandara Chubu Centrair dekat Nagoya, dan Bandara Kansai di Prefektur Osaka.

Nasib lebih buruk dialami oleh kru pesawat penjaga pantai. Dari 6 orang yang berada di dalam pesawat, hanya satu orang yang selamat, yaitu kaptennya. Itupun dia menderita luka parah. Lima lainnya dinyatakan meninggal dunia, yaitu Nobuyuki Tahara, 41, Yoshiki Ishida, 27, Wataru Tatewaki, 39, Makoto Uno, 47, dan Shigeaki Kato, 56.

Sampai berita ini selesai ditulis pukul 22.00 WIB, belum ada keterangan resmi apakah pesawat penjaga pantai juga terbakar. Pesawat penjaga pantai itu sedang dalam misi untuk terbang ke pangkalan di Prefektur Niigata. Pesawat tersebut membawa perbekalan bantuan untuk korban gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang melanda Prefektur Ishikawa dan sekitarnya.

Pesawat itu sedang bergerak di landasan saat bertabrakan dengan pesawat JAL sekitar pukul 17.47. Pada saat kejadian, pesawat JAL baru tiba dari Bandara New Chitose, Hokkaido dan mendarat di landasan pacu C.

Kapten pesawat penjaga pantai Genki Miyamoto melapor ke pangkalan sekitar pukul 17.55 waktu setempat. Pria 39 tahun itu menjelaskan bahwa pesawat yang dia bawa meledak di landasan pacu Haneda dan dia berhasil melarikan diri.

Perdana Menteri Fumio Kishida menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kelima kru pesawat Penjaga Pantai Jepang. “Saya sangat menghormati rasa tanggung jawab mereka yang kuat untuk membantu para korban gempa,” katanya seperti dikutip AFP.

Sementara itu rekaman stasiun televisi NHK menunjukkan api muncul dari dekat mesin pesawat JAL dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. Meskipun sekitar 70 truk pemadam kebakaran dikerahkan, pesawat tersebut hampir seluruhnya dilalap api pada pukul 18.30.

’’Saya merasakan ada benturan, seperti pesawat bertabrakan dengan sesuatu saat mendarat. Saya melihat percikan api di luar jendela dan kabin dipenuhi gas dan asap,’’ ujar salah satu penumpang.

Penyebab terjadinya tabrakan masih diselidiki. Pejabat dari Kementerian Transportasi dan Penjaga Pantai mengatakan mereka masih dalam proses mengonfirmasi komunikasi kontrol penerbangan khusus antara pesawat JAL, pesawat penjaga pantai, dan pengontrol lalu lintas udara. (sha/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore