
Yekaterina Duntsova mengaku dirinya siap melawan Putin pada pemilihan Presiden Rusia mendatang.
JawaPos.com – Pemilihan Presiden Rusia direncanakan bergulir pada Maret 2024 mendatang. Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin juga berencana bakal kembali mencalonkan diri pada pemilu tersebut. Hingga kini belum ada sosok yang diyakini mampu melawan pemimpin yang telah menjabat dari 1999 tersebut.
Akan tetapi, seorang perempuan bernama Yekaterina Duntsova tiba-tiba muncul dan mengaku dirinya siap melawan Putin pada pemilihan Presiden Rusia mendatang. Siapakah dia?
Duntsova, 40, merupakan seorang aktivis antiperang dan mantan jurnalis TV. Pada Rabu (20/12) dia telah mengajukan namanya untuk mencalonkan diri dalam pemilu mendatang. Dia menyerahkan dokumen kepada pejabat di Komisi Pemilihan Umum Pusat untuk secara resmi mengikuti pemilu di mana kemenangan Putin secara luas dipandang sebagai kepastian baik oleh pendukung maupun penentangnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Reuters bulan lalu, ia menyerukan diakhirinya konflik di Ukraina dan pembebasan tahanan politik termasuk pemimpin oposisi Alexei Navalny. Duntsova kini menghadapi rintangan besar untuk mendapatkan 300.000 tanda tangan yang mendukung pencalonannya, dari seluruh Rusia, pada 31 Januari 2024.
Duntsova juga mengoreksi seorang reporter yang bertanya kepadanya apakah menurutnya pihak berwenang akan benar-benar mengizinkannya untuk mencalonkan diri. “Mengapa kita berbicara tentang izin jika ini adalah hak saya menurut hukum dan saya memiliki kemungkinan itu serta memiliki kualitas yang diperlukan untuk mengajukan diri?” jawab Duntsova.
“Kami hanya bergerak sesuai formula yang ditentukan oleh undang-undang federal, dan untuk itu kami tidak memerlukan izin siapa pun,” tambahnya.
Sebagai informasi, Putin, 71, telah menjabat sebagai presiden atau perdana menteri sejak 1999 dan sedang berupaya untuk masa jabatan enam tahun lagi. Hingga kini belum ada tokoh oposisi yang dapat menantangnya. Hal ini karena oposisi Navalny menjalani hukuman penjara total lebih dari 30 tahun dan kritikus terkemuka Kremlin lainnya sedang di balik jeruji besi atau di luar negeri karena risiko penangkapan.
Sementara itu, pendukung Navalny menyebut proses tersebut palsu, dan mengatakan bahwa Kremlin, melalui komisi pemilihan, mengontrol siapa yang dapat mencalonkan diri dan dapat dengan mudah memanipulasi suara jika diperlukan dengan bantuan sistem pemungutan suara elektronik yang tidak jelas.
Kremlin menanggapi dengan mengatakan Putin akan menang karena ia mendapat dukungan publik yang luar biasa, dengan peringkat jajak pendapat sekitar 80 persen. Awal bulan ini Putin mengumumkan bahwa ia mencalonkan diri, akan tetapi sejauh ini belum ada kandidat lain yang secara resmi melamar.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
