
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (REUTERS/ABIR SULTAN).
JawaPos.com - Dukungan internasional kepada Israel semakin mengalami pengasingan secara diplomatik akibat konflik yang terjadi dengan Hamas ketika PBB menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera diberlakukan di Jalur Gaza.
Presiden AS Joe Biden menyebutkan bahwa serangan yang dilakukan oleh pasukan militer Israel terhadap warga sipil Palestina telah merugikan posisi mereka di dalam dukungan internasional.
Dilansir dari Antara pada Rabu (13/12), para pejabat PBB telah memberikan peringatan terhadap kondisi mengerikan terkait krisis kemanusiaan yang semakin parah di Gaza.
Hasilnya, Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang pada Selasa (12/12) mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata dan didukung oleh tiga perempat negara anggota PBB.
"Harga yang harus dibayar dari mengalahkan Hamas bukanlah penderitaan yang terus-menerus bagi seluruh warga sipil Palestina," kata pemimpin Kanada, Australia, dan Selandia Baru dalam pernyataan bersama yang menuntut gencatan senjata.
Otoritas Palestina dikabarkan menyambut baik resolusi tersebut dan mendesak negara-negara lain untuk memberikan tekanan kepada Israel agar mematuhi resolusi tersebut.
Baca Juga: AS dan Israel Saling Tuding Pernah Lakukan Pembunuhan Masal, Hubungan Kedua Negara Mulai Retak
Seorang pejabat Hamas, Izzat El-Rishq, dalam sebuah pernyataan di Telegram turut menyampaikan reaksinya dengan mengatakan: “Israel harus menghentikan agresi, genosida, dan pembersihan etnis terhadap rakyat kami."
AS dan Israel, yang menilai bahwa gencatan senjata hanya menguntungkan Hamas, menentang tindakan resolusi gencatan senjata tersebut bersama dengan delapan negara lainnya.
"Gencatan senjata berarti satu hal dan satu hal saja – memastikan kelangsungan hidup Hamas, memastikan kelangsungan hidup teroris genosida yang berkomitmen untuk memusnahkan Israel dan Yahudi," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan .
Sementara itu, sebelum resolusi tersebut diterbitkan, Biden mengatakan bahwa Israel kini mendapat dukungan dari ‘sebagian besar dunia’ termasuk AS dan Uni Eropa untuk perjuangannya melawan kelompok militan Palestina Hamas.
"Namun, mereka mulai kehilangan dukungan karena pemboman tanpa pandang bulu yang terjadi," kata Biden di Washington.
Sebagai tanda perpecahan di antara kedua pemimpin negara tersebut, Biden mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu perlu mengubah metode pemerintahan garis kerasnya.
Resolusi PBB tersebut tidak mengikat tetapi mempunyai bobot politik serta mencerminkan pandangan global mengenai perang di Gaza.
Resolusi yang terbit pada hari Selasa (12/12) tersebut berhasil mendapatkan dukungan 153 suara, 10 yang menentang, dan 23 menyatakan abstain.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
