
Arsip - Pasukan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. (Anadolu)
JawaPos.com – Kekerasan yang terjadi di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel, semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir akibat ekspansi pemukiman Yahudi.
Bahkan, kekerasan di sana mencapai tingkat terparah dalam lebih dari 15 tahun terakhir setelah Israel melancarkan serangan tanpa henti di Jalur Gaza.
Dalam satu bulan ini, Israel melancarkan serangan tanpa pandang bulu atau membabi buta di kedua wilayah Palestina yakni Gaza dan Tepi Barat.
Melansir dari Antara, Jumat (1/12), Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa Pemerintah AS telah memberitahu Israel bahwa Washington akan memberlakukan larangan visa terhadap sejumlah pemukim Yahudi yang masih terus melakukan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat.
Saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan kabinet Israel lainnya, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken menyampaikan bahwa AS akan mengambil tindakan sendiri terhadap sejumlah orang yang tidak diungkapkan jumlahnya.
Menurutnya, AS telah berkali-kali menyampaikan kekhawatirannya terkait peningkatan kekerasan di Tepi Barat dan menyatakan jika hal tersebut harus dihentikan.
Dalam sebuah tulisan opini yang dikutip dari Washington Post pada (18/11), Presiden AS Joe Biden mengancam akan mengambil tindakan terhadap pelaku kekerasan di wilayah itu.
"Saya telah menegaskan kepada para pemimpin Israel bahwa kekerasan ekstrem terhadap warga Palestina di Tepi Barat harus dihentikan dan mereka yang melakukan kekerasan harus diadili," tulis Biden.
Biden juga menambahkan bahwa pemerintahannya siap mengambil tindakan sendiri, termasuk memberlakukan larangan visa terhadap ekstremis Israel yang menyerang warga sipil Palestina di Tepi Barat.
Sementara itu, Pejabat Departemen AS yang tidak disebutkan namanya, turut mengatakan bahwa Washington ingin Israel menuntut para pelaku yang bertindak kekerasan terhadap warga Palestina. Namun, pernyataan AS tersebut hingga kini belum mendapat respon dari Israel.
“Larangan visa bisa diberlakukan dalam beberapa pekan mendatang,” ungkap pejabat AS.
Menurut data yang tercatat di PBB, Serangan harian oleh para pemukim Yahudi di Tepi Barat telah meningkat lebih dari dua kali lipat, sejak serangan Hamas pada 7 Oktober.
Serangan Hamas tersebut telah menewaskan 1.200 warga Israel, Hamas juga telah menyandera sekitar 240 orang dalam serangan yang diberi nama Badai Al Aqsa tersebut.
Sedangkan gelombang serangan udara dan invasi Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 15.000 orang.
“Tidak boleh ada lagi pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza, tak ada pendudukan kembali, tidak ada pengepungan atau blokade, dan tidak ada penyusutan wilayah,” tegas Presiden AS, Joe Biden dalam menanggapi situasi di Palestina saat ini.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
