
Wabah Misterius ‘Pneumonia’ Melanda Tiongkok (wsj.com)
JawaPos.com - Lonjakan penyakit pernapasan misterius di kalangan anak-anak di Tiongkok utara menimbulkan kekhawatiran dan mengingatkan pada masa-masa awal pandemi COVID-19.
Meskipun demikian, para pejabat Tiongkok mencoba meredakan kepanikan dengan menyatakan bahwa tidak perlu panik.
Mereka menyatakan bahwa lonjakan kasus serupa pneumonia terkait dengan berkumpulnya patogen-patogen umum selama musim dingin pertama di negara itu, yang tidak terkendali oleh pembatasan ketat COVID-19 bukan disebabkan oleh patogen yang sebelumnya tidak terlihat.
Dilansir oleh JawaPos.com dari sfchronicle.com, laporan dari media lokal dan sosial minggu lalu mengungkapkan kelemahan di bangsal anak di rumah sakit di berbagai wilayah, termasuk Beijing.
Mendorong Program Pemantauan Penyakit Berkembang untuk mengeluarkan peringatan tentang penyakit pernapasan yang tidak terdiagnosis yang cepat menyebar ke seluruh Tiongkok.
"Sama sekali tidak jelas kapan wabah ini dimulai karena tidak biasa jika begitu banyak anak terkena dampaknya begitu cepat," tulis Dan Silver, pelapor ProMED, dalam postingannya.
Sambil menunggu informasi yang lebih komprehensif, ia memperingatkan agar tidak memberi label potensi pandemi sebelum waktunya.
ProMED memainkan peran kunci dalam memberikan peringatan pertama tentang SARS-CoV-2, virus penyebab pandemi COVID-19, pada bulan Desember 2019.
Meskipun demikian, tidak ada laporan lonjakan penyakit pernapasan yang tidak terdiagnosis dari lembaga kesehatan mana pun di California atau wilayah lain di Amerika Serikat.
Dalam menanggapi seruan Organisasi Kesehatan Dunia untuk meningkatkan transparansi, para pejabat kesehatan Tiongkok mengadakan konferensi pers pada hari Minggu.
Mereka mengatakan bahwa mereka tidak mendeteksi penyakit yang tidak biasa atau baru, meskipun mengakui adanya peningkatan kasus penyakit pernapasan tersebut di kalangan anak-anak.
Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, menghubungkan kelompok tersebut dengan influenza dan patogen lain yang sudah dikenal, termasuk Mycoplasma pneumoniae, bakteri yang terkenal menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas yang umumnya dikenal sebagai ‘Pneumonia Berjalan’.
Kementerian telah mengeluarkan seruan untuk membuka klinik demam tambahan, mendorong orang tua dan anak-anak untuk selalu memperoleh informasi terbaru tentang vaksinasi, serta menyarankan masyarakat untuk memakai masker dan menghindari kerumunan.
Mereka menegaskan bahwa sebagian besar kasus penyakit pernapasan ringan dan tidak ada kematian terkait dengan wabah tersebut.
Rumah Sakit Anak Beijing melaporkan peningkatan signifikan, mencapai 7.000 pasien harian di departemen penyakit dalam, melebihi kapasitas rumah sakit.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
