Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 November 2023 | 18.45 WIB

PBB Sebut Jalur Gaza Sebagai Lokasi Paling Berbahaya di Dunia untuk Anak-anak

Anak-anak dan orang dewasa menunggu di pagar untuk mendapatkan bantuan makanan di Kota Rafah di Jalur Gaza pada 19 November 2023. ANTARA/Rizek Abdeljawad/Xinhua/tm (Rizek Abdeljawad/Xinhua) - Image

Anak-anak dan orang dewasa menunggu di pagar untuk mendapatkan bantuan makanan di Kota Rafah di Jalur Gaza pada 19 November 2023. ANTARA/Rizek Abdeljawad/Xinhua/tm (Rizek Abdeljawad/Xinhua)

JawaPos.com - PBB menyebut Gaza sebagai tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak. Ini setelah ribuan anak-anak Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza, diktuip dari ANTARA.

Lebih dari 5.300 anak-anak Palestina dilaporkan tewas hanya dalam 46 hari. Artinya, lebih dari 115 anak per hari, setiap hari, selama berminggu-minggu, tewas. Berdasarkan angka ini, 40 persen kematian di Gaza dialami oleh anak-anak. PBB menyebut bahwa hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Dengan kata lain, Jalur Gaza adalah tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak," kata Direktur Eksekutif Dana Anak-anak PBB (UNICEF) Catherine Russell dalam pengarahan Dewan Keamanan PBB tentang perlindungan anak-anak di Gaza.

Baca Juga: Bantah Silatnas Desa Bersatu Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Koordinator Sebut Ganjar dan Anies juga Sudah Pernah Diundang

Russell mengatakan anak-anak Gaza berada pada "risiko ekstrem" dari kondisi kehidupan yang buruk selain diserang dengan bom, roket dan tembakan.

"Dampak kekerasan yang dilakukan terhadap anak-anak sangat besar, tidak pandang bulu, dan tidak proporsional," kata dia, seraya menekankan bahwa jeda kemanusiaan "tidaklah cukup."

"UNICEF menyerukan gencatan senjata kemanusiaan darurat untuk segera menghentikan pembantaian ini."

Baca Juga: Bokura: Game Terbaru Jepang yang Menghadirkan Cerita yang Menarik dan Karakter yang Memikat

"Kami khawatir eskalasi militer lebih lanjut di selatan Gaza akan memperburuk situasi kemanusiaan di sana serta menyebabkan lebih banyak pengungsian dan menekan penduduk sipil ke wilayah yang lebih kecil. Serangan terhadap wilayah selatan harus dicegah," tambahnya.

Israel meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti ke Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober.

Otoritas di Gaza pada Selasa mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang masih terjadi di daerah kantong yang terkepung itu telah meningkat melampaui 14.100 orang, termasuk lebih dari 5.800 anak-anak, dan 3.900 perempuan.

Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel adalah sekitar 1.200 orang, menurut angka resmi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore