
Presiden Indonesia Joko Widodo menghadiri KTT APEC di San Francisco, AS, Jumat (17/11) Sumber: Biro Pers Sekretariat Presiden RI
JawaPos.com - Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) ke-30 ditutup di San Francisco pada Jumat (17/11).
Penutupan tersebut ditandai dengan pengadopsian Deklarasi Golden Gate untuk menciptakan masa depan yang tangguh dan berkelanjutan bagi semua.
"Kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi dan ekonomi untuk terus melepaskan potensi besar dan dinamisme luar biasa di kawasan kita, memacu pertumbuhan ekonomi, serta mengatasi semua tantangan lingkungan, termasuk perubahan iklim," ungkap deklarasi tersebut, dikutip dari ANTARA.
Deklarasi tersebut berfokus pada isu - isu keberlanjutan iklim, transisi energi yang adil, keterhubungan, serta upaya membangun perekonomian-perekonomian yang inklusif dan tangguh.
Dalam dokumen tersebut, para pemimpin menegaskan kembali tekad mereka untuk mewujudkan sebuah lingkungan perdagangan dan investasi yang bebas, terbuka, adil, tidak diskriminatif, transparan, inklusif dan dapat diprediksi.
Para pemimpin juga menegaskan pentingnya perdagangan multilateral berbasis aturan, dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai intinya, yang terus mendorong pertumbuhan luar biasa di kawasan APEC.
Para anggota ekonomi APEC berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan kapasitas dan upaya kerja sama teknis mereka guna mendukung kesiapan perekonomian untuk berpartisipasi dalam upaya regional yang berkualitas tinggi dan komprehensif, menurut deklarasi tersebut.
"Kami akan terus berupaya memastikan persaingan yang setara demi membangun lingkungan perdagangan dan investasi yang menguntungkan," demikian bunyi Deklarasi Golden Gate.
Dilansir dari ANTARA, pada Sabtu (18/11), terdapat 11 poin dalam Deklarasi Golden Gates.
1. APEC bertekad untuk mewujudkan lingkungan perdagangan dan investasi yang bebas, terbuka, adil, tidak diskriminatif, transparan dan inklusif.
2. Seruan kepada anggota APEC untuk mengimplementasikan perjanjian WTO.
3. Komitmen memajukan integrasi ekonomi di kawasan APEC melalui peningkatan kerja sama.
4. Menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dan investasi.
5. Percepat transisi energi bersih yang berkelanjutan, adil, terjangkau dan inklusif.
6. Komitmen menerapkan Peta Jalan Ketahanan Pangan Menuju 2030 untuk membuat sistem pertanian lebih tangguh.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
