
Serangan Israel di Kota Gaza.
JawaPos.com - Parade pengeboman Israel terus intensif menghantam kota Gaza. Di sisi lain, Israel memperdalam blokade dan pengepungan Gaza.
Ratusan ribu warga Palestina hidup dalam kondisi mengerikan dengan pengeboman yang tak kunjung berhenti.
Dengan sokongan Amerika Serikat, parade pengeboman Israel mengakibatkan 70 persen dari 2,3 juta penduduk mengungsi.
Dilansir dari Mondoweiss, Sabtu (11/11), jumlah korban telah mencapai 11,078 dan 4,506 di antaranya adalah anak-anak.
Blokade Israel menyulitkan warga Palestina untuk dapat terjangkau bantuan kemanusiaan.
Kondisi semakin malang ketika Gaza turut dihantui ancaman kelaparan dan penyakit.
Juru bicara kantor kemanusiaan PBB, Jens Lerke mengatakan, “Kita tidak bisa berkendara ke utara pada saat ini yang tentu saja sangat membuat frustasi karena kita tahu ada beberapa ratus ribu orang yang tetap berada di utara (Gaza).”
Jens Lerke juga menyebut wilayah tersebut menyerupai neraka di bumi karena kurangnya bantuan dan parade pengeboman Israel yang semakin brutal.
Baca Juga: Penuh Jeritan, RS di Gaza Operasi Pasien Tanpa Menggunakan Bius
"Jika ada neraka di bumi saat ini, maka namanya adalah Gaza Utara," ungkap Lerke dilansir dari akun X resmi UN Geneva (@UNGeneva).
Hari-hari di Gaza menurut Lerke terasa mencekam dan membawa anak-anak hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan dan situasi yang sulit dideskripsikan.
"Ini adalah kehidupan yang penuh ketakutan di siang hari dan kegelapan di malam hari dan apa yang anda katakan kepada anak-anak anda dalam situasi seperti ini, hampir tidak dapat dibayangkan - bahwa ledakan apu yang mereka lihat di langit akan membunuh mereka," kata PaparLerke.
Sementara itu, koresponden Al Jazeera Youmna ElSayed yang seperti kehabisan kata-kata untuk menenangkan anak-anak dari situasi yang tak terperihkan di Gaza
"Kami akan memberi tahu anak-anak untuk jangan khawatir, ini akan baik-baik saja, ini akan segera berakhir. Tapi saat ini, kami benar-benar memberi tahu mereka setiap malam, jangan khawatir, kita bersama, kita tetap bersatu. Jika kita mati, kita mati bersama," ungkap Youmna ElSayed dilansir dari AJ+.
***

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
