Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 18.02 WIB

Serangan Bom Israel Semakin Brutal,  PBB Sebut Gaza Utara Bak Neraka

Serangan Israel di Kota Gaza. - Image

Serangan Israel di Kota Gaza.

JawaPos.com - Parade pengeboman Israel terus intensif menghantam kota Gaza.  Di sisi lain, Israel memperdalam blokade dan pengepungan Gaza. 

Ratusan ribu warga Palestina hidup dalam kondisi mengerikan dengan pengeboman yang tak kunjung berhenti. 

Dengan sokongan Amerika Serikat, parade pengeboman Israel mengakibatkan 70 persen dari 2,3 juta penduduk mengungsi. 

Dilansir dari Mondoweiss, Sabtu (11/11), jumlah korban telah mencapai 11,078 dan 4,506 di antaranya adalah anak-anak. 

Blokade Israel menyulitkan warga Palestina untuk dapat terjangkau bantuan kemanusiaan.

Kondisi semakin malang ketika Gaza turut dihantui ancaman kelaparan dan penyakit.

Juru bicara kantor kemanusiaan PBB, Jens Lerke mengatakan, “Kita tidak bisa berkendara ke utara pada saat ini yang tentu saja sangat membuat frustasi karena kita tahu ada beberapa ratus ribu orang yang tetap berada di utara (Gaza).”

Jens Lerke juga menyebut wilayah tersebut menyerupai neraka di bumi karena kurangnya bantuan dan parade pengeboman Israel yang semakin brutal. 

Baca Juga: Penuh Jeritan, RS di Gaza Operasi Pasien Tanpa Menggunakan Bius

"Jika ada neraka di bumi saat ini, maka namanya adalah Gaza Utara," ungkap Lerke dilansir dari akun X resmi UN Geneva (@UNGeneva). 

Hari-hari di Gaza menurut Lerke terasa mencekam dan membawa anak-anak hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan dan situasi yang sulit dideskripsikan.

"Ini adalah kehidupan yang penuh ketakutan di siang hari dan kegelapan di malam hari dan apa yang anda katakan kepada anak-anak anda dalam situasi seperti ini, hampir tidak dapat dibayangkan - bahwa ledakan apu yang mereka lihat di langit akan membunuh mereka," kata PaparLerke. 

Sementara itu, koresponden Al Jazeera Youmna ElSayed yang seperti kehabisan kata-kata untuk menenangkan anak-anak dari situasi yang tak terperihkan di Gaza

"Kami akan memberi tahu anak-anak untuk jangan khawatir, ini akan baik-baik saja, ini akan segera berakhir. Tapi saat ini, kami benar-benar memberi tahu mereka setiap malam, jangan khawatir, kita bersama, kita tetap bersatu. Jika kita mati, kita mati bersama," ungkap Youmna ElSayed dilansir dari AJ+.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore