Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 00.20 WIB

Alasan Perubahan Iklim, Penelitian Tunjukkan Semakin Banyak Pasangan yang Memilih Childfree

Ilustrasi pasangan menikah. - Image

Ilustrasi pasangan menikah.

JawaPos.com – Di tengah perubahan iklim yang signifikan membuat satu pasangan yaitu Emma Smart dan suaminya, Andy, pertama kali memutuskan bahwa mereka tidak akan memiliki anak. “Ketika Anda memberi tahu orang-orang bahwa Anda tidak ingin memiliki anak, itu adalah larangan sosial yang besar," kata mereka kepada The Guardian.

Keputusan itu mereka ambil satu dekade lalu, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kondisi biosfer kita yang buruk, yang kini menjadi sentimen yang semakin umum. Penelitian baru menemukan banyak orang kini mendasarkan keputusan mereka untuk tidak memiliki anak karena ketakutan mereka terhadap kerusakan iklim.

Penelitian yang dilakukan oleh tim akademisi di University College London ini diyakini merupakan tinjauan sistematis pertama yang mengeksplorasi bagaimana dan mengapa kekhawatiran terkait iklim dapat memengaruhi pengambilan keputusan terkait reproduksi. Analisis mereka menemukan bahwa, dalam 12 dari 13 penelitian, kekhawatiran yang lebih kuat terhadap kerusakan iklim dikaitkan dengan keinginan untuk memiliki lebih sedikit anak, atau tidak sama sekali.

Peneliti tersebut mengatakan alasaannya, yaitu tanggung jawab moral membawa seorang anak ke dunia di mana mereka mungkin tidak memiliki masa depan yang menyenangkan, bahkan layak untuk ditinggali,” katanya.

“Ketidakpastian mengenai masa depan dan kekhawatiran mengenai dampak ekologis dari pertumbuhan populasi manusia merupakan faktor kunci yang juga diidentifikasi oleh penelitian,” sebut Hope Dillarstone, penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Climate.

Namun, ada kekhawatiran berbeda di berbagai belahan dunia, yang hanya muncul di Zambia dan Ethiopia, yaitu mengenai kemampuan sebuah keluarga untuk bertahan hidup. “Jadi masyarakat khawatir, jika mereka mempunyai terlalu banyak anak, maka hal tersebut akan mengurangi peluang untuk bertahan hidup, pada akhirnya, karena mereka akan memiliki terlalu banyak mulut untuk diberi makan,” kata Dillarstone.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore