Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 November 2023 | 00.35 WIB

Mengejutkan! Setelah Hadiri Acara Bored Ape di Hongkong, Para Tamu Keluhkan Sakit Mata

Beberapa contoh seni digital Bored Ape. Sumber Foto: mundissima/Alamy Sumber - Image

Beberapa contoh seni digital Bored Ape. Sumber Foto: mundissima/Alamy Sumber

JawaPos.com - Perusahaan di balik kegilaan seni kripto Bored Ape sedang melakukan penyelidikan terhadap suatu laporan bahwa orang-orang menderita luka bakar pada mata setelah menghadiri Festival ApeFest.

Para tamu mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa, dan gangguan penglihatan setelah menghadiri salah satu acaranya, yang diterangi oleh lampu UV.

Dilansir dari The Guardian, Festival ApeFest diadakan setiap tahun untuk anggota Bored Ape Yacht Club, AKA Bored Apes, yang telah berinvestasi dalam koleksi 10,000 token non-fungible (NFT) yang menampilkan gambar profil kera kartun yang dihasilkan komputer.

Lebih dari dua belas orang yang menghadiri ApeFest akhir pekan lalu di Hongkong mengeluh melalui media sosial bahwa mereka menderita sakit mata dan masalah penglihatan.

Salah satu pengunjung yang memposting di X, sebelumnya Twitter, di bawah akun CryptoJune, menulis, “Bangun di tengah malam setelah Apefest dengan rasa sakit yang luar biasa di mata saya sehingga saya harus pergi ke rumah sakit.”

Ia juga menuliskan, “Dokter memberitahu saya bahwa itu karena UV dari lampu panggung, saya sering pergi ke festival tetapi belum pernah mengalami hal ini.”

Chloe Ge, salah satu pengunjung acara, mengatakan kepada Financial Times bahwa lampu panggung cukup kuat dan sekitar pukul 3 pagi setelah pesta, dia mulai merasa seolah-olah matanya dibakar oleh cabai pedas.

Adrian Zduńczyk salah satu tamu menggambarkan, bahwa saat Ia terbangun dengan luka bakar mata yang parah dan pergi ke rumah sakit dan dia didiagnosis menderita fotokeratitis (buta salju) di kedua matanya.

Kondisi ini disebabkan oleh paparan radiasi ultraviolet pada kornea dan konjungtiva yang tidak terlindungi.

Bored Ape NFT, suatu bentuk aset kripto yang digunakan untuk mengesahkan kepemilikan dan keaslian file digital, menjadi terkenal selama pandemi setelah banyak selebriti berinvestasi di dalamnya.

Namun, laporan baru-baru ini menemukan bahwa sebagian besar NFT sekarang tidak berharga dan penjualan telah anjlok sebesar 98% sejak puncaknya pada Mei 2022.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore