Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 April 2026 | 02.52 WIB

Washington Terapkan Pajak Jutawan 9,9 Persen di Tengah Lonjakan Biaya Hidup dan Tekanan pada Superkaya

Jeff Bezos, pendiri Amazon, di negara bagian Washington yang menjadi basis Microsoft, Amazon, dan sejumlah perusahaan besar lainnya (The Guardian) - Image

Jeff Bezos, pendiri Amazon, di negara bagian Washington yang menjadi basis Microsoft, Amazon, dan sejumlah perusahaan besar lainnya (The Guardian)

JawaPos.com - Negara bagian Washington, yang menjadi pusat lahirnya perusahaan teknologi besar serta miliarder seperti Bill Gates dan Jeff Bezos, resmi mengesahkan pajak penghasilan 9,9 persen bagi individu dengan pendapatan di atas 1 juta dolar AS per tahun atau sekitar Rp 16,92 miliar dengan kurs Rp 16.920 per dolar AS. Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dalam struktur pajak negara bagian yang selama ini tidak mengenakan pajak penghasilan.

Langkah tersebut muncul di tengah tekanan biaya hidup yang meningkat serta kesenjangan fiskal yang membesar. Selama bertahun-tahun, Washington bergantung pada pajak konsumsi, bisnis, dan properti, skema yang dinilai lebih membebani kelompok berpenghasilan rendah dibandingkan kalangan superkaya.

Melansir The Guardian, Kamis (2/4/2026), upaya ini merupakan puncak dari perjuangan panjang legislator Noel Frame yang selama 15 tahun mendorong pajak progresif. Dia menilai dominasi sektor teknologi telah membentuk arah kebijakan publik.

"Perusahaan teknologi memiliki pengaruh yang terlalu besar dalam budaya politik kita. Mereka merasa sebagai satu-satunya industri di kota ini, dan sayangnya sebagian orang tampaknya percaya hal itu," ujarnya.

Sebelumnya, Frame mengusulkan pajak kekayaan sebesar 1 persen atas pendapatan investasi kelompok terkaya, namun berulang kali gagal. Penolakan paling keras datang dari Presiden Microsoft, Brad Smith, yang menggalang dana besar untuk melawan kebijakan tersebut. Dalam komunikasi dengan Gubernur saat itu, Jay Inslee, dia mempertanyakan arah kebijakan itu dengan mengatakan, "Apa yang sedang Anda lakukan terhadap kami?"

Tekanan tersebut sempat membuat penerus Inslee, Bob Ferguson, mengambil langkah mundur dengan memilih pemangkasan anggaran. Namun situasi fiskal yang memburuk, termasuk defisit miliaran dolar AS dan krisis pendanaan sekolah, mendorong perubahan arah. Pajak jutawan akhirnya disahkan dan ditandatangani oleh Ferguson.

Dalam pernyataannya, Ferguson menegaskan urgensi kebijakan tersebut. "Kami mengambil langkah bersejarah untuk menyeimbangkan sistem yang tidak adil. Ini adalah hal yang tepat bagi keluarga pekerja di Washington dan waktunya tepat untuk melakukannya," katanya.

Menariknya, sebagian komunitas bisnis kini mendukung kebijakan tersebut. Mereka menilai alternatif berupa kenaikan pajak usaha berbasis pendapatan akan lebih merugikan sektor dengan margin rendah seperti rumah sakit dan ritel bahan pangan. Dukungan ini melemahkan resistensi yang sebelumnya dipimpin oleh perusahaan teknologi besar.

Secara nasional, kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari pergeseran lebih luas. Lebih dari selusin negara bagian, termasuk California dan New York, tengah mempertimbangkan kebijakan serupa. Frame mengaitkan momentum ini dengan kebijakan federal era Donald Trump.

"RUU Trump telah menyuntikkan energi pada gerakan ini yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Orang-orang benar-benar muak karena tidak mampu membayar biaya hidup," ujarnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore