Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2023 | 20.58 WIB

Blokade Israel Atas Palestina Memaksa Satu-satunya Rumah Sakit Kanker di Gaza Berhenti Beroperasi

Rumah sakit persahabatan Turki-Palestina di Gaza (Anadolu Agency/aa.com) - Image

Rumah sakit persahabatan Turki-Palestina di Gaza (Anadolu Agency/aa.com)

JawaPos.com – Otoritas kesehatan Palestina mengatakan bahwa satu-satunya rumah sakit pengobatan kanker di jalur Gaza telah berhenti beroperasi.

Bukan tanpa alasan, rumah sakit kanker tersebut terpaksa harus ditutup setelah kehabisan bahan bakar di tengah perang dan blokade Israel terhadap wilayah tersebut.

Melalui konferensi pers, direktur Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, Subhi Sukeyk mengatakan bahwa rumah sakit tersebut tidak lagi berfungsi.

“Kami beri tahu dunia, ‘Jangan biarkan pasien kanker mengalami kematian karena rumah sakit yang tidak dapat berfungsi,” ucap Sukeyk.

Pengepungan Israel di Gaza telah memutus pasokan bahan bakar dan membatasi akses terhadap makanan, air, dan listrik. Sementara militer Israel terus membombardir di jalur Gaza, dimana rumah sakit dipenuhi dengan orang-orang yang sekarat dan terluka.

Dalam suatu postingan media sosial pada hari Rabu, kelompok medis Medecins Sans Frontieres (MSF) atau yang juga dikenal sebagai Doctors Without Borders berkata bahwa rumah sakit tersebut telah dirusak oleh sebuah proyektil pada hari Senin.

“Pihak Israel terus mencegah masuknya bahan bakar ke Gaza,” ucap kelompok itu.

Tidak beroperasinya Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina berarti 16 dari 35 rumah sakit di jalur Gaza kini tidak dapat beroperasi. Begitu juga dengan lebih dari 50 dari 72 klinik kesehatan di Gaza.

“Kehidupan 70 pasien kanker di rumah sakit sangat terancam,” kata Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila.

Juru bicara United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) untuk pengungsi Palestina, Juliette Touma berkata bahwa pihaknya sangat membutuhkan bahan bakar dan tidak ada bahan bakar yang masuk ke jalur Gaza selama tiga setengah minggu.

“Kami benar-benar kewalahan. Kami memiliki 670.000 orang di tempat penampungan kami. Jumlah empat kali lebih bayak dari yang direncanakan,” katanya.

“Bahan bakar benar-benar dapat menyelamatkan nyawa," pungkas Juliette Touma.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore