Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 13.25 WIB

Profil Benjamin Netanyahu, PM Israel yang Tolak Gencatan Senjata di Gaza dan Sebut Sekarang Waktunya Perang

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons video yang menayangkan perempuan sandera Hamas menyebut Israel membiarkan komunitasnya tak berdaya. - Image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons video yang menayangkan perempuan sandera Hamas menyebut Israel membiarkan komunitasnya tak berdaya.

JawaPos.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah menjadi sorotan lantaran sikap tegasnya menolak gencatan senjata di Gaza. Natanyahu bahkan menyebut sekarang waktunya perang untuk menghancurkan militan Hamas.

Netanyahu sebelumnya juga disorot karena posting-annya di media sosial menyalahkan dinas keamanan negaranya mengantisipasi serangan Hamas pada Oktober lalu. Dalam unggahannya di media sosial, Netanyahu menyindir badan intelijennya sendiri. Netanyahu mengatakan bahwa badan intelijennya gagal mengisyaratkan serangan Hamas dan meyakinkan bahwa kelompok tersebut terhalangi.

Netanyahu lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv, Israel dan besar di Yerusalem. Sosok yang dominan dalam sejarah Israel ini menghabiskan masa remajanya di Philadelphia.

Pada 1967, Netanyahu kembali ke Israel kemudian bertugas di unit elit Angkatan Pertahanan Israel, Sayeret Matkal, dan ikut bagian dalam operasi militer.

Pria yang kini berusia 74 tahun ini, pindah ke pasukan operasi khusus untuk menyelamatkan pesawat yang dibajak di Bandara Tel Aviv pada 1972. Pada tahun yang sama, Netanyahu kembali ke Amerika Serikat dan menerima gelar di bidang arsitektur dan administrasi bisnis dari Massachusetts Institute of Technology.

Pada 1976, dia bekerja di Boston Consulting Group, tetapi kembali ke Israel setelah kematian kakak tertuanya, Yoni. Netanyahu ikut serta dalam upaya kontra terorisme internasional. Hal ini membuat karir politiknya makin bersinar.

Mantan kapten pasukan elit ini bertugas di Kedutaan Israel di Washington DC pada 1982-1984. Kemudian, Netanyahu menjadi Duta Besar Israel untuk PBB pada 1984 hingga 1988. Ketika di PBB, ia berhasil mengetuai kampanye untuk mengklasifikasi arsip PBB tentang kejahatan perang Nazi.

Pada 1988, Netanyahu menjadi anggota parlemen Israel. Lima tahun kemudian, ia terpilih menjadi ketua Partai Likud dan calon perdana menteri.

Pada 1996, ia terpilih menjadi Perdana Menteri Israel, mengalahkan saingannya dari Partai Buruh yaitu Shimon Peres. Ia menjabat hingga 1999.

Selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Israel, ia menandatangani Perjanjian Hebron dan Wye, yang memajukan proses perdamaian dengan Palestina, meliberalisasi peraturan mata uang, dan mengurangi defisit. Netanyahu kemudian dilantik sebagai perdana menteri untuk kedua kalinya.

Pada November 2013, Netanyahu berselisih dengan Amerika Serikat. Hal ini dipicu keberatan dengan kesepakatan yang dicapai antara Amerika dan Iran mengenai program nuklir Iran. Pada 2015, pemilu diselenggarakan di tengah kontroversi dan dimenangkan oleh Netanyahu. Dia berhasil mengalahkan Isaac Herzog dari aliansi Zionist Union.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore