
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons video yang menayangkan perempuan sandera Hamas menyebut Israel membiarkan komunitasnya tak berdaya.
JawaPos.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah menjadi sorotan lantaran sikap tegasnya menolak gencatan senjata di Gaza. Natanyahu bahkan menyebut sekarang waktunya perang untuk menghancurkan militan Hamas.
Netanyahu sebelumnya juga disorot karena posting-annya di media sosial menyalahkan dinas keamanan negaranya mengantisipasi serangan Hamas pada Oktober lalu. Dalam unggahannya di media sosial, Netanyahu menyindir badan intelijennya sendiri. Netanyahu mengatakan bahwa badan intelijennya gagal mengisyaratkan serangan Hamas dan meyakinkan bahwa kelompok tersebut terhalangi.
Netanyahu lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv, Israel dan besar di Yerusalem. Sosok yang dominan dalam sejarah Israel ini menghabiskan masa remajanya di Philadelphia.
Pada 1967, Netanyahu kembali ke Israel kemudian bertugas di unit elit Angkatan Pertahanan Israel, Sayeret Matkal, dan ikut bagian dalam operasi militer.
Pria yang kini berusia 74 tahun ini, pindah ke pasukan operasi khusus untuk menyelamatkan pesawat yang dibajak di Bandara Tel Aviv pada 1972. Pada tahun yang sama, Netanyahu kembali ke Amerika Serikat dan menerima gelar di bidang arsitektur dan administrasi bisnis dari Massachusetts Institute of Technology.
Pada 1976, dia bekerja di Boston Consulting Group, tetapi kembali ke Israel setelah kematian kakak tertuanya, Yoni. Netanyahu ikut serta dalam upaya kontra terorisme internasional. Hal ini membuat karir politiknya makin bersinar.
Mantan kapten pasukan elit ini bertugas di Kedutaan Israel di Washington DC pada 1982-1984. Kemudian, Netanyahu menjadi Duta Besar Israel untuk PBB pada 1984 hingga 1988. Ketika di PBB, ia berhasil mengetuai kampanye untuk mengklasifikasi arsip PBB tentang kejahatan perang Nazi.
Pada 1988, Netanyahu menjadi anggota parlemen Israel. Lima tahun kemudian, ia terpilih menjadi ketua Partai Likud dan calon perdana menteri.
Pada 1996, ia terpilih menjadi Perdana Menteri Israel, mengalahkan saingannya dari Partai Buruh yaitu Shimon Peres. Ia menjabat hingga 1999.
Selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Israel, ia menandatangani Perjanjian Hebron dan Wye, yang memajukan proses perdamaian dengan Palestina, meliberalisasi peraturan mata uang, dan mengurangi defisit. Netanyahu kemudian dilantik sebagai perdana menteri untuk kedua kalinya.
Pada November 2013, Netanyahu berselisih dengan Amerika Serikat. Hal ini dipicu keberatan dengan kesepakatan yang dicapai antara Amerika dan Iran mengenai program nuklir Iran. Pada 2015, pemilu diselenggarakan di tengah kontroversi dan dimenangkan oleh Netanyahu. Dia berhasil mengalahkan Isaac Herzog dari aliansi Zionist Union.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
