Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 13.03 WIB

Mengenal BDS Movement, Gerakan Sosial Perlawanan Non-Militer Warga Palestina Terhadap Israel

Demonstran mendesak diakhirinya pendudukan Israel di tanah Palestina. - Image

Demonstran mendesak diakhirinya pendudukan Israel di tanah Palestina.

JawaPos.com - Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement adalah gerakan sosial yang bertujuan untuk mengakhiri tindakan kolonialisme yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Dimulai sejak tahun 2005, BDS Movement telah mencari dukungan internasional terhadap apartheid dan kolonialisme yang dilakukan Israel.

BDS Movement didirikan oleh kelompok masyarakat yang meliputi serikat buruh, asosiasi akademis, dan organisasi yang menyuarakan masyarakat Palestina dalam penindasan Israel. Pembentukan BDS Movement terinspirasi dari keberhasilan salah satu gerakan sosial di Afrika Selatan yaitu gerakan sosial anti apartheid.

BDS Movement adalah gerakan hak asasi manusia yang inklusif dan pada prinsipnya menolak segala bentuk diskriminasi. Dilansir JawaPos.com dari laman BDSmovement, yang dimaksud dengan boycott, divestment, sanctions (BDS) dalam gerakan sosial ini adalah sebagai berikut.

Boycott (boikot) adalah menolak dukungan terhadap lembaga olahraga, budaya, dan akademis Israel yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dari kegiatan internasional. Divestment (divestasi) adalah kampanye untuk mendesak bank dan lembaga akademis untuk menarik diri dari investasi Israel dan semua perusahaan luar negeri Israel.

Sanctions (sanksi) adalah kampanye menekan pemerintah untuk mengakhiri perdagangan militer dan perjanjian perdagangan bebas, serta menangguhkan keanggotaan Israel di forum internasional seperti PBB

Gerakan sosial ini menyuarakan ketidakadilan yang dialami oleh warga Palestina atas pendudukan Israel. Israel telah dianggap mengabaikan hak-hak dasar warga Palestina dan menolak mematuhi hukum internasional.

Israel juga diyakini mempertahankan rezim kolonialisme dan apartheid atas rakyat Palestina. Gerakan sosial ini yakin bahwa Israel melakukan tindakan tersebut karena dukungan internasional.

Hal itu disinyalir karena pihak yang berkuasa secara internasional menolak mengambil tindakan untuk menghentikan ketidakadilan. Tindakan tersebut menyebabkan masyarakat sipil Palestina menyerukan solidaritas masyarakat global terhadap perjuangan untuk kebebasan, keadilan, dan kesetaraan.

BDS Movement mendesak tanpa melakukan kekerasan terhadap Israel untuk mematuhi hukum internasional dengan memenuhi tiga tuntutan.

Pertama, mengakhiri pendudukan dan kolonialisme seluruh tanah Palestina dan membongkar tembok pemisah di Tepi Barat. Kedua, mengakui hak-hak dasar warga negara Arab-Palestina di Israel atas kesetaraan yang penuh. Ketiga, menghormati, melindungi, dan memajukan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah dan harta bendanya sebagaimana diatur dalam resolusi PBB 194.

Pertumbuhan BDS Movement menunjukkan pesan bahwa masyarakat global tidak menerima penindasan Israel terhadap warga Palestina.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore