Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 18.39 WIB

Israel Tolak Gencatan Senjata, UNICEF Sebut Wilayah Gaza Menjelma Bak Kuburan Bagi Ribuan Mayat Anak-anak

UNICEF Sebut Gaza Menjelma Jadi Kuburan Mayat Ribuan Anak-anak pada Selasa (31/10). - Image

UNICEF Sebut Gaza Menjelma Jadi Kuburan Mayat Ribuan Anak-anak pada Selasa (31/10).

JawaPos.com – Uninted Nations Children’s Fund atau UNICEF baru-baru itu menyebutkan, bahwa Gaza telah menjelma jadi kuburan bagi ribuan mayat anak-anak.

Hal itu terjadi lantaran laporan terbaru yang diterima UNICEF menyebutkan, korban tewas dari kelompok anak-anak tak berdosa telah mencapai lebih dari 3.450.

“Kekhawatiran terbesar kami mengenai laporan jumlah anak-anak yang terbunuh menjadi puluhan, kemudian ratusan, dan akhirnya ribuan terwujud hanya dalam waktu dua minggu,” kata juru bicara UNICEF, James Elder, di Jenewa pada Selasa (31/10).

“Jumlahnya sungguh mengerikan, dilaporkan lebih dari 3.450 anak terbunuh. Secara mengejutkan angka ini meningkat signifikan setiap hari. Gaza telah menjadi kuburan ribuan anak,” lanjutnya dikutip dari Unicef.org.

Kemudian ia mengungkapkan, ancaman jiwa bagi anak-anak bukan saja datang dari bom dan mortir, tetapi juga datang dari ancaman trauma psikologi dan kekurangan air bersih.

“Lebih dari satu juta anak di Gaza juga mengalami krisis air. Kapasitas produksi air di Gaza hanya 5 persen dari produksi harian biasanya. Kematian anak, khususnya bayi, akibat dehidrasi merupakan ancaman yang semakin besar,” tutur Elder.

Setelah peperangan Hamas-Israel berhenti, ia menyebutkan ancaman terhadap anak—anak tidak otomatis juga ikut berhenti. Generasi mendatang akan menanggung kerugian psikologi.

“Lebih dari 800.000 anak di Gaza diidentifikasi membutuhkan dukungan kesehatan mental dan psikososial. Itu sebelum mimpi buruk terbaru ini,” pungkas juru bicara organisasi anak-anak di bawah naungan PBB itu.

Ia kemudian menceritakan anak dari rekannya di Gaza, yang baru berusia 4 tahun tapi sudah menunjukkan gejala stres dan ketakutan yang parah, dimana anak 4 tahun tersebut kerap menjambak rambutnya dan menggaruk pahanya hingga berdarah.

Ketika ibunya ditanyai untuk menangani gejala stres anaknya, ibunya hanya berkata, “saya tidak mempunyai privilege untuk memikirkan kesehatan mental anak saya, yang saya pikirkan anak saya bisa tetap hidup”.

Merespons hal itu, UNICEF melalui juru bicara , James Elder, menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera, dimana semua akses penyeberangan ke Gaza harus dibuka untuk akses bantuan kemanusiaa.

Sebelum dunia Internasional memberi tekanan kepada Israel untuk gencatan senjata yang kemudian ditolak oleh PM Netanyahu, UNICEF sudah terlebih dahulu berterus terang mengenai perlunya gencatan senjata sejak awal terjadinya pertempuran pada 7 Oktober.

Seperti diketahui, pada Senin (30/10), Perdana Menteri Israel, Netanyahu, menolak gencatan senjata. Ia menganggap gencatan senjata merupakan tanda menyerah kepada Hamas.

“Menyerah kepada Hamas, menyerah pada terorisme, menyerah pada barbarisme. Itu tidak akan terjadi,” ucap Netanyahu dalam konferensi pers dikutip dari euronews.com.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore