
Warga Palestina berunjuk rasa dalam rangka memberi dukungan terhadap Gaza pasca serangan Israel terhadap rumah sakit./Raneen Sawafta/Reuters
JawaPos.com – Pada Selasa malam (17/10), Israel membombardir sebuah rumah sakit di Gaza.
Hingga penyerangan tersebut menewaskan sedikitnya 500 orang, ini merupakan serangan paling mematikan Israel sejak 7 Oktober yang lalu.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra mengatakan, pada Rabu (18/10) ditemukan ratusan orang tewas, dan petugas penyelamat masih mencari mayat-mayat yang tertimbun reruntuhan.
Sontak saja, hal itu membuat protes pro Palestina meletus di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara.
Para demonstran berunjuk rasa di depan Kedutaan Israel yang ada di Yordania, Turki, hingga Kedutaan Amerika di Lebanon.
Demonstrasi juga terjadi di Iran, Maroko, Tunisia, Yaman, Irak, dan sejumlah negara muslim lainnya di Timur Tengah,
Bahkan, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas membatalkan pertemuannya dengan seorang rekan dari Amerika dan mengatakan, ledakan di rumah sakit yang dilakukan oleh Israel adalah sebuah pembantaian perang dan Israel telah melewati garis merah.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian mendesak anggota organisasi kerjasama islam atau OKI untuk memberlakukan embargo minyak dan memberikan sanksi lainnya terhadap Israel.
Lebih dari itu, Hossein Amir Abdollahian juga mendorong negara-negara anggota OKI untuk mengusir semua duta besar Israel atas serangan mematikan terhadap Rumah Sakit di Gaza.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran itu keluar setelah ia menghadiri pertemuan darurat negara-negara anggota OKI untuk membahas konflik Israel-Palestina di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu (18/10).
Seperti diketahui, OKI adalah organisasi kerja sama antara negara terbesar setelah PBB dan memiliki anggota lebih dari 50 negara muslim.
“Menteri Luar Negeri menyeru negara-negara muslim untuk melakukan embargo dengan segera dan menyeluruh terhadap Israel, termasuk sanksi minyak dan mengusir duta besar Israel jika hubungan dengan Israel sudah terjalin,” kata Amir Abdollahian dikutip dari Al Jazeera.
Atas kejadian itu, pihak Israel telah memberikan komentar, bahwa serangan terhadap rumah sakit di Gaza bukan dilakukan oleh pihaknya, melainkan roket Palestina yang salah sasaran.
“Seluruh dunia harus tahu, yang menerang rumah sakit di Gaza adalah teroris biadab di Gaza, bukan IDF (tentara Israel),” kata PM Israel, Netanyahu.
“Mereka yang membunuh anak-anak kami secara brutal, serta membunuh anak-anak mereka sendiri,” tambahnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
