Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 September 2023 | 05.58 WIB

Erdogan Merasa Terganggu dengan Adanya Warna LGBT di Markas Besar PBB

Presiden Turki Erdogan.

JawaPos.com - Presiden Turkiye, Recep Tayyip merasa terganggu dengan munculnya warna cerah yang disebut sebagai "Warna LGBT" di PBB, yang dirancang cerah.

Erdogan mengaku terganggu saat melihat warna LGBT saat dirinya memasuki gedung Majelis Umum PBB di hampir setiap sudut ruangan terdapat warna-warna cerah itu.

Pemerintahan presiden telah memperketat terhadap kebebasan LGBT. Menurut media Turkiye, Erdogan akan mendiskusikan hal tersebut dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutters.

"Salah satu masalah yang mengganggu saya adalah ketika memasuki Majelis Umum PBB, melihat warna LGBT di tangga dan tempat lain,” kata Erdogan.

"Berapa banyak LGBT yang ada di dunia saat ini? Berapapun besarnya, hak yang mereka miliki dalam langkah-langkah ini, mereka yang menentang LGBT juga mempunyai hak yang sama,” lanjutnya dikutip JawaPos.com dari Reuters Jumat (22/9).

Diketahui,  Recep kerap menyebut anggota komunitas sebagai "sesat", khususnya untuk memperkuat retorikanya selama kampanye tahun ini.

Namun, beberapa diplomat PBB berpendapat bahwa Erdogan mungkin telah menyalah artikan 17 warna berbeda yang terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan ditampilkan pada pertemuan puncak awal pekan ini dengan bendera pelangi Pride yang dianut secara internasional sebagai simbol komunitas LGBT+.

Tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan, yang dirancang oleh para pemimpin dunia pada tahun 2015 dengan batas waktu tahun 2030, merupakan daftar hal-hal yang harus dilakukan secara global yaitu mencakup mengakhiri kelaparan dan kemiskinan ekstrem, memerangi perubahan iklim dan kesenjangan, serta mendorong kesetaraan gender.

Homoseksualitas bukanlah kejahatan di Turki, namun permusuhan terhadap homoseksualitas tersebar luas, dan tindakan keras polisi terhadap parade Pride semakin ketat selama bertahun-tahun.  

Sebagai informasi, bendera pelangi diciptakan oleh Gilbert Baker pada tahun 1978 untuk merayakan anggota gerakan gay dan lesbian. Mulanya terdiri dari delapan garis berwarna yang ditumpuk satu sama lain untuk melambangkan pelangi - simbol harapan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore