Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 September 2023 | 20.46 WIB

Sudan Minta PBB Tetapkan RSF Sebagai Teroris

PBB sebut ada 1.200 anak meninggal akibat krisis kesehatan di Sudan. (reuters) - Image

PBB sebut ada 1.200 anak meninggal akibat krisis kesehatan di Sudan. (reuters)

JawaPos.com - Panglima militer Sudan pada Kamis (21/8) meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menetapkan Rapid Support Forces (RSF) atau Pasukan Dukungan Cepat sebagai kelompok teroris, dikutip dari ANTARA.

Permintaan itu disampaikan sang panglima yang juga merupakan ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, ketika ia berpidato pada sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York.

"Saya mendesak (masyarakat internasional) untuk mempertimbangkan agar kelompok ini, RSF, dinyatakan sebagai teroris," kata Burhan.

Baca Juga: Empat Lagu Baru Jelang Rilis Film Petualangan Sherina 2, Nostalgia Bersama Jadi Balasan Jagoan

RSF, menurut Burhan, sudah merekrut ribuan tentara bayaran untuk bertempur bersama kelompok itu selama perang lima bulan di negara itu.

"Ini bisa menimbulkan konsekuensi serius di kawasan," ujarnya.

Burhan juga menuding beberapa negara di kawasan dan internasional mendukung RSF. Namun, ia tidak menyebutkan negara-negara yang dimaksud.

Baca Juga: TC Timnas Resmi Dibangun, Garuda Siap Berprestasi di Dunia

Ia menyiratkan keterbukaan militer Sudan untuk melakukan perundingan berupa dialog nasional antara partai-partai politik.

Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo, yang juga dikenal sebagai Hemedti, mengatakan, ia bersedia mengakhiri perang dan mencari penyelesaian damai.

Dalam pidato kepada PBB pada Kamis kemarin, Hemedti menuding pemerintah lama Presiden Omar al-Bashir memegang kendali militer Sudan.

Baca Juga: Tewas Dianiaya Rekan Satu Sel, Tahanan Pencabulan Anak Kandung Sempat Disundut Rokok Pada Bagian Kelamin

Ia juga menuduh bahwa kelompok-kelompok garis keras sedang berperang bersama Angkatan Bersenjata Sudan untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah lama.

Sejak perang mulai berlangsung di Sudan pada April tahun ini, sudah lebih dari empat juta orang yang mengungsi dan ribuan orang tewas.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore