Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 20.30 WIB

Kurangi Risiko Tertular, Berikut Cara Menghadapi Virus Nipah

Vaksin Virus Nipah yang menyebar di India. (Sumber foto_ timesofindia.indiatimes.com) - Image

Vaksin Virus Nipah yang menyebar di India. (Sumber foto_ timesofindia.indiatimes.com)

JawaPos.Com – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia dihadapkan dengan berbagai penyakit menular dengan virus Nipah (NiV), yang merupakan patogen yang sangat mematikan dan mengkhawatirkan.

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah di Malaysia, virus Nipah kemudian muncul kembali di berbagai wilayah Asia, menyebabkan penyakit hingga kematian pada manusia juga hewan.

Virus Nipah merupakan virus zoonosis, yang dapat menular antara hewan dan manusia. Inang alami virus ini adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya genus Pteropus.

Kelelawar adalah pembawa virus tanpa gejala dan dapat menyebarkannya melalui urin, air liur, dan kotorannya, sehingga mencemari lingkungan dan buah-buahan yang mereka makan.

Ketika manusia melakukan kontak dengan buah-buahan yang terkontaminasi atau secara langsung dengan hewan yang terinfeksi, virus dapat menular sehingga menyebabkan timbulnya penyakit Nipah.

Dilansir melalui Centers for Disease Control and Prevention, Infeksi virus Nipah (NiV) dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat, termasuk pembengkakan otak (ensefalitis) dan berpotensi kematian.

Gejala biasanya muncul dalam 4-14 hari setelah terpapar virus. Penyakit ini awalnya muncul sebagai demam dan sakit kepala selama 3-14 hari, dan sering kali disertai tanda-tanda penyakit pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas.

Fase pembengkakan otak (ensefalitis) mungkin terjadi, dengan gejala yang meliputi kantuk, disorientasi, dan kebingungan mental, yang dapat dengan cepat berkembang menjadi koma dalam waktu 24-48 jam.

Gejala awalnya mencakup satu atau beberapa hal berikut, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit bernafas
  • Muntah

Gejala yang parah mungkin terjadi, seperti:

  • Disorientasi, mengantuk, atau kebingungan
  • Kejang
  • Koma
  • Pembengkakan otak (ensefalitis)

Kematian dapat terjadi sekitar 40-75% kasus. Efek samping jangka panjang telah ditemukan pada penyintas infeksi virus Nipah, termasuk kejang terus-menerus dan perubahan kepribadian.

Infeksi yang menimbulkan gejala dan terkadang kematian jauh setelah terpapar penyakit Nipah bisa ringan hingga berat, dengan masa inkubasi 4 hingga 14 hari.

Awalnya, orang yang terinfeksi mungkin mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Seiring berkembangnya penyakit, gejalanya bisa berupa muntah, pusing, perubahan kesadaran, dan gangguan pernapasan.

Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak) dan kematian, dengan angka kematian berkisar antara 40% hingga 75%, tergantung pada wabah dan wilayahnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore