Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2023 | 18.13 WIB

Tambang Batu Giok di Myanmar Renggut Puluhan Nyawa, Jasadnya Masih Belum Ditemukan

Tambang batu Giok di Myanmar telah banyak memakan korban. - Image

Tambang batu Giok di Myanmar telah banyak memakan korban.

JawaPo.com – Puluhan orang hilang setelah terjadi longsor yang menyapu pekerja tambang batu giok di Myanmar utara. Insiden tanah longsor yang terjadi di tambang batu giok tersebut terjadi pada hari Minggu (13/8) di Hpakant. 

Tambang batu giok terbesar di Myanmar ini berlokasi di Hpakant, sebuah kota di pegunungan terpencil di negara bagian Kachin utara, Yangon, Myanmar. Ketua tim penyelamat lokal telah melakukan koordinasi untuk upaya pencarian penambang batu giok yang hilang.

Dilansir dari Aljazeera, Selasa (15/8), tanah longsor di tambang batu giok tersebut terjadi pada pukul 3.30 PM waktu setempat, diperkirakan lebih dari 30 orang penambang menjadi korban tanah longsor tersebut. Tanah longsor terjadi ketika tanah dan puing-puing dari beberapa tambang di dekat desa meluncur sejauh 304 meter ke bawah tebing menuju danau di bawahnya dan menyapu para penambang.

Tim penyelamat mengkonfirmasi bahwa setidaknya 36 orang dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian di danau sekitar tambang. Delapan orang penambang dilaporkan mengalami luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit setempat. Lebih dari 100 orang dari regu penyelamat dikerahkan untuk mencari korban selamat dan hilang.  

Seoang penambang yang selamat mengatakan kepada media tiga rekannya yang sedang menggali batu giok terbawa ke dalam danau akibat tanah longsor. Dia juga mengatakan sebagian besar korban tanah longsor tersebut adalah laki-laki. Kecelakaan serupa biasanya terjadi di tambah tersebut akan tetapi hanya dalam skala kecil. 

Korban kecelakan tambang biasanya adalah penambang ilegal yang menetap di dekat gundukan tanah buangan yang telah digali menggunakan alat berat oleh perusahaan tambang. Para penambang tersebut mengambil potongan sisa-sisa batu giok yang ditinggalkan oleh alat berat dan tinggal di lubang tambang di dasar gundukan tanah yang tidak stabil.

Aktivis hak asasi manusia mengatakan industri pertambangan batu giok merupakan sumber penghasilan terbesar bagi pemerintah militer Myanmar. Tambang giok juga merupakan sumber pendapatan utama bagi Tentara Kemerdekaan Kachin, kelompok etnis bersenjata yang melawan pemerintah pusat untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore