
Tambang batu Giok di Myanmar telah banyak memakan korban.
JawaPo.com – Puluhan orang hilang setelah terjadi longsor yang menyapu pekerja tambang batu giok di Myanmar utara. Insiden tanah longsor yang terjadi di tambang batu giok tersebut terjadi pada hari Minggu (13/8) di Hpakant.
Tambang batu giok terbesar di Myanmar ini berlokasi di Hpakant, sebuah kota di pegunungan terpencil di negara bagian Kachin utara, Yangon, Myanmar. Ketua tim penyelamat lokal telah melakukan koordinasi untuk upaya pencarian penambang batu giok yang hilang.
Dilansir dari Aljazeera, Selasa (15/8), tanah longsor di tambang batu giok tersebut terjadi pada pukul 3.30 PM waktu setempat, diperkirakan lebih dari 30 orang penambang menjadi korban tanah longsor tersebut. Tanah longsor terjadi ketika tanah dan puing-puing dari beberapa tambang di dekat desa meluncur sejauh 304 meter ke bawah tebing menuju danau di bawahnya dan menyapu para penambang.
Tim penyelamat mengkonfirmasi bahwa setidaknya 36 orang dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian di danau sekitar tambang. Delapan orang penambang dilaporkan mengalami luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit setempat. Lebih dari 100 orang dari regu penyelamat dikerahkan untuk mencari korban selamat dan hilang.
Seoang penambang yang selamat mengatakan kepada media tiga rekannya yang sedang menggali batu giok terbawa ke dalam danau akibat tanah longsor. Dia juga mengatakan sebagian besar korban tanah longsor tersebut adalah laki-laki. Kecelakaan serupa biasanya terjadi di tambah tersebut akan tetapi hanya dalam skala kecil.
Korban kecelakan tambang biasanya adalah penambang ilegal yang menetap di dekat gundukan tanah buangan yang telah digali menggunakan alat berat oleh perusahaan tambang. Para penambang tersebut mengambil potongan sisa-sisa batu giok yang ditinggalkan oleh alat berat dan tinggal di lubang tambang di dasar gundukan tanah yang tidak stabil.
Aktivis hak asasi manusia mengatakan industri pertambangan batu giok merupakan sumber penghasilan terbesar bagi pemerintah militer Myanmar. Tambang giok juga merupakan sumber pendapatan utama bagi Tentara Kemerdekaan Kachin, kelompok etnis bersenjata yang melawan pemerintah pusat untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
