
Photo
JawaPos.com - Ahli akupunktur yang menyediakan obat herbal ikut memainkan peran penting dalam pengobatan Covid-19 (Coronavirus) di Tiongkok. Sebab negara itu sudah sejak lama percaya warisan leluhur nenek moyang yakni dengan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM).
Dalam laman Healthcare Medecine Institute, Senin (18/5), sebuah penelitian yang diterbitkan oleh peneliti Shanghai University of Traditional Chinese Medicine dan Shanghai Public Health Clinical Center menunjukkan bahwa pendekatan pengobatan herbal integratif terhadap perawatan pasien berbuah hasil positif yang signifikan bagi pasien.
Berdasarkan prinsip pengobatan Tiongkok, digabung dengaan penyelidikan ilmiah modern, kapsul Shufeng Jiedu, obat antivirus, dan antibiotik. Semuanya dikombinasikan dalam pengobatan yang ketat.
Empat pasien dengan pneumonia terkait Covid-19 ringan sampai berat adalah subjek dari investigasi oleh peneliti Wang cs. Semua pasien menerima kombinasi obat dan obat herbal Tiongkok. Hasilnya, semua pasien sembuh atau menunjukkan perbaikan yang signifikan. Hasil positif pasien dalam penelitian ukuran sampel terbatas ini menunjukkan bahwa penyelidikan yang lebih besar masih diperlukan.
Contoh lain, dua pasien dengan pneumonia ringan dan satu dengan pneumonia berat mengalami perbaikan signifikan dalam waktu sekitar 1-2 minggu. Pasien keempat juga menunjukkan perbaikan yang signifikan, tetapi tidak pada tingkat yang lain. Awal investigasi dilakukan pada 21 Januari 2020 dan berakhir pada 5 Februari 2020. Dua pasien dipulangkan pada akhir penyelidikan dan dua tetap di rumah sakit.
Pasien lain yakni dua pasien berusia di bawah 35 tahun dan dua berusia lebih dari 60 tahun. Dua pasien baru-baru ini bepergian ke Wuhan, satu adalah seorang mahasiswa di Wuhan yang punya riwayat liburan musim dingin, dan yang lain terinfeksi Covid-19 dari pasangan mereka. Semua dirawat di Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai.
Semua pasien mengalami demam dan menerima terapi oksigen, antibiotik, obat antivirus, dan obat herbal Tiongkok. Obat herbal adalah obat paten Tiongkok yakni Shufeng Jiedu Capsule.
Bahan utama Shufeng Jiedu Capsule adalah Hu Zhang (Rhizoma Polygoni Cuspidati), Lian Qiao (Fructus Forsythiae), Ban Lan Gen (Radix Isatidis), Chai Hu (Radix Bupleuri), Bai Jiang Cao (Herba Patriniae), Ma Bian Cao (Herba Verbenae), Lu Gen (Rhizoma Phragmitis), dan Gan Cao Radix (Glycyrrhizae).
Formula ini telah menjadi subjek penelitian sebelumnya di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok pada efek Shufeng Jiedu Capsule pada influenza. Tim berhasil mengumpulkan 243 bahan kimia nonredundant yang ada dalam formula herbal, termasuk quercetin, resveratrol, kaempferol, dan eugenol. Mereka mencatat bahwa quercetin menghasilkan efek prooxidant pada hewan yang sehat tetapi menunjukkan aktivitas antioksidan pada hewan yang terinfeksi influenza.
Latar belakang ini memberi wawasan mengapa peneliti Wang cs memilih formula herbal untuk penyelidikan Covid-19. Ramuan herbal dari formula ini didukung untuk protokol perawatan oleh penggunaan pengobatan tradisional dan historis pengobatan Tiongkok, serta oleh penyelidikan ilmiah modern.
Semua pasien juga menerima pemberian lopinavir dan ritonavir (nama merek: Kaletra) dan arbidol. Kaletra adalah inhibitor protease HIV yang digunakan dalam terapi antiretroviral. Penggunaan umum dari obat ini adalah untuk mencegah penularan HIV. Arbidol adalah antivirus yang umum digunakan di Rusia dan Tiongkok.
Contoh Riwayat 4 Pasien yang Diberikan Obat Tiongkok dan Medis
Pasien 1
Menerima permulaan perawatan tersebut pada 21 Januari. Dan pada 27 Januari, leukosit dan limfosit meningkat, menunjukkan pemulihan sistem kekebalan tubuh. Pada tanggal 29 Januari, pasien dipulangkan dari rumah sakit karena CT dada menunjukkan perbaikan yang signifikan dan gejala dan tanda-tanda berikut sepenuhnya teratasi.
Pasien 2
Dirawat di rumah sakit pada 24 Januari dan menerima rejimen pengobatan yang sama. Pada 28 Januari, leukosit dan limfosit meningkat dan pada 29 Januari, CT menunjukkan perbaikan pada pneumonia. Dua tes Covid-19 dilakukan dengan usap tenggorokan, dan pasien dibersihkan; kedua tes kembali negatif. Pasien dipulangkan dari rumah sakit pada 30 Januari.
Pasien 3
Pasien 63 tahun dan dirawat di rumah sakit pada 24 Januari. Setelah satu hari menjalani pengobatan, demamnya hilang sepenuhnya. Pada 1 Februari, pencitraan pneumonia CT menunjukkan perbaikan yang signifikan dan pada 3 Februari, tekanan oksigen meningkat secara signifikan (analisis gas darah dikonfirmasi). Pada 4 Februari, pasien diuji untuk Covid-19 dan hasilnya kembali negatif.
Pasien 4
Pasien berusia 63 tahun dirawat di rumah sakit pada 22 Januari 2020. Pasien ini menerima rejimen pengobatan yang sama dengan yang lain tetapi juga menerima seralbumin (protein utama dalam plasma) dan γ-imunoglobulin (antibodi yang mengandung plasma). Mulai 31 Januari, pasien diberikan terapi pernapasan yang dibantu ventilator karena tekanan darah rendah yang refrakter. Pada 1 Februari, radiografi dada membaik dan pada hari berikutnya, radiografi mengkonfirmasi perbaikan lanjutan.
Pada 5 Februari (hari terakhir penelitian), radiografi pneumonia membaik secara signifikan. Namun, pasien menggunakan ventilator. Lalu pasien terus membaik.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yzFL_FIfIhA
https://www.youtube.com/watch?v=IcFjZuDgpOk
https://www.youtube.com/watch?v=A9T_JUrKV68

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
