Program AI bernama ALERTCalifornia yang diluncurkan bulan lalu, sebuah kamera mendeteksi kebakaran yang terjadi pada pukul 3:00 pagi waktu setempat di Hutan Nasional Cleveland yang terpencil dan lebat sekitar 80 km timur San Diego.
Kebakaran tersebut terjadi ketika orang-orang masih tertidur dan ada potensi kebakaran menyebar. Namun AI dengan respons cepat memberi tahu seorang kapten pemadam kebakaran yang memanggil sekitar 60 petugas pemadam kebakaran termasuk tujuh mesin, dua buldoser, dua tank air, dan dua petugas. Dalam waktu 45 menit api dapat dipadamkan, kata Cal Fire.
Dikembangkan oleh para insinyur di Universitas California San Diego menggunakan AI dari DigitalPath, sebuah perusahaan yang berbasis di Chico, California. Platform ini mengandalkan 1.038 kamera yang dipasang oleh berbagai lembaga publik di seluruh negara bagian. Masing-masing kamera mampu berputar 360 derajat yang dapat dikendalikan oleh petugas dari jauh.
Sejak program ini dimulai 10 Juli, Cal Fire memberikan contoh lain dari fungsi AI yang mampu memperingatkan kapten pemadam kebakaran sebelum panggilan 911 dan laporan dilakukan. Neal Driscoll, profesor geologi dan geofisika di Universitas California San Diego dan peneliti utama ALERTCalifornia, mengatakan ukuran sampel sejauh ini terlalu kecil untuk menarik kesimpulan.
Cal Fire berharap suatu hari nanti teknologi tersebut dapat berfungsi sebagai model percontohan untuk negara bagian dan negara lain di seluruh dunia, kebutuhan yang dapat diaplikasikan seperti kebakaran dahsyat yang terjadi di Hawaii, Kanada, dan Mediterania musim ini.
"Hal ini 100 persen dapat diterapkan di mana saja di belahan negara dunia mana pun, terutama sekarang ini ketika kita mengalami kebakaran hutan yang lebih besar dan sering karena perubahan iklim," ucap Suzann Leininger, spesialis intelijen Cal Fire di El Cajon, tepat sebelah timur San Diego.
Bagian dari tugas Leininger adalah membantu mesin untuk belajar. Dia meninjau video yang direkam sebelumnya dari jaringan kamera tentang apa yang dianggap AI sebagai api, lalu memberi informasi kepada mesin apakah itu benar kebakaran atau tidak. Sejumlah fenomena alam dapat memicu sinyal yang kurang tepat kepada mesin, seperti awan, debu, bahkan truk dengan knalpot berasap.
"Di luar jaringan kamera, platform tersebut mengumpulkan sejumlah besar informasi tambahan, termasuk survei udara untuk mengukur berapa banyak vegetasi yang akan berpotensi memicu kebakaran di masa depan dan memetakan permukaan bumi," kata Driscoll.
Pesawat terbang dan drone juga membantu mengumpulkan data berupa sinyal inframerah dan panjang gelombang lainnya di luar kemampuan penglihatan manusia. "Selama musim dingin, AI mampu mengukur atmosfer sungai dan tumpukan salju. Tim di Universitas California San Diego juga mengumpulkan data bekas kebakaran dan dampaknya terhadap erosi, penyebaran sedimen, kualitas air, dan kualitas tanah," kata Driscoll.
Driscoll pun mengungkapkan bahwa data yang tersedia dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk perusahaan swasta atau peneliti akademis mana pun. Data dapat digunakan untuk memodelkan perilaku api dan meningkatkan AI untuk dapat mempelajari lingkungan lebih jauh.