Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Agustus 2023 | 00.57 WIB

Gantikan Posisi Sang Ayah di Perdana Menteri, Hun Manet jadi Pemimpin Baru Kamboja

Hun Manet menggantikan posisi sang ayah, Hun Sen, sebagai pemimpin Kamboja. - Image

Hun Manet menggantikan posisi sang ayah, Hun Sen, sebagai pemimpin Kamboja.

JawaPos.com - Kamboja resmi memiliki Perdana Menteri baru setelah pemimpin sebelumnya Hun Sen memilih untuk mundur setelah empat dekade memimpin Kamboja. Pengganti dari Hun Sen adalah sang anak, yakni Hun Manet ditunjuk menjadi raja pada Senin (7/8). 

Hun Sen yang merupakan salah satu pemimpin terlama di dunia, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Kamboja dan menyerahkan kekuasan kepada putra sulungnya.

Hasil pemilu Kamboja yang dikecam pihak oposisi, menempatkan partai penguasa, Partai Rakyat Kamboja (CPP) meraih 120 kursi di majelis rendah dengan hanya menyisakan lima kursi untuk oposisi Partai Cahaya.

Pada hari Senin (7/8) menyusul permintaan dari Hun Sen, Raja Norodom Sihamoni mengeluarkan dekrit kerajaan yang menyatakan bahwa dia menujuk Hun Manet sebagai Perdana Menteri Kerajaan Kamboja untuk mandat ke-7 parlemen Kamboja.

Tetapi untuk secara resmi menjadi pemimpin baru negara itu, pria berusia 45 tahun itu dan kabinet barunya harus memenangi mosi tidak percaya di parlemen yang ditetapkan pada 22 Agustus 2023 mendatang.

Hun Sen berjanji tidak akan mengganggu pemerintahan baru di bawah anaknya. Namun ia akan terus membantu warga Kamboja walaupun sudah tidak lagi menjadi pemimpin negara.

Hun Sen memimpin Kamboja sejak tahun 1985, ia memodernisasi negara Kamboja yang hancur oleh perang saudara dan genosida. Di sisi lain banyak pihak mengatakan, pemerintahannya juga ditandai dengan perusakan lingkungan, korupsi yang mengakar, dan pemusnahan hampir semua saingan politik.

Dikutip dari Reuters, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut mengomentari kepemimpinan baru Kamboja yang hanya diturunkan oleh sistem keluarga sang Perdana Menteri. Amerika Serikat menilai sistem tersebut tidak menguntungkan masyarakat karena tidak mencermikan bebas dan adil, karena hanya keluarga pemimpin yang berkuasa lebih lama.

Menanggapi hal tersebut, Hun Sen menolak tuduhan itu dan mengatakan penyerahan kekuasaan yang dilakukannya adalah untuk menjaga perdamaian dan menghindari pertumpahan darah, yang bisa terjadi jika dia meninggal saat menjabat. 

Dia berdalih jika nyawa sang anak, Hun Manet terancam dalam menjabat, dia akan siap kembali memimpin sebagai Perdana Menteri Kamboja.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore