Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2023 | 17.00 WIB

Ancaman Topan di Korsel, Kontingen Indonesia Yang Jadi Peserta Jambore Pramuka Sedunia Dievakuasi Pagi Ini

SELESAI LEBIH CEPAT: Kontingen Indonesia tengah melakukan brifing di Bumi Perkemahan Sae Man-geum, Provinsi Jeolla Utara, Korsel, tempat perhelatan Jambore Pramuka Sedunia. - Image

SELESAI LEBIH CEPAT: Kontingen Indonesia tengah melakukan brifing di Bumi Perkemahan Sae Man-geum, Provinsi Jeolla Utara, Korsel, tempat perhelatan Jambore Pramuka Sedunia.

JawaPos.com – Sebanyak 36 ribu peserta World Scout Jamboree atau Jambore Pramuka Sedunia, termasuk 1.569 di antaranya dari Indonesia, akan mulai dievakuasi dari Bumi Perkemahan Sae Man-geum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan (Korsel), pagi ini.

Bukan lantaran cuaca ekstrem, melainkan karena ancaman topan Khanun.

Duta Besar Indonesia untuk Korsel Gandi Sulistiyanto menyampaikan, pemerintah setempat telah melakukan brifing rencana darurat terkait potensi dampak Khanun kemarin. Dalam brifing tersebut, kata dia, Vice Minister for Disaster and Safety Management di Ministry of the Interior and Safety (MOIS) Korea Selatan Kim Sung-ho menyampaikan evakuasi dilakukan sesuai arahan Presiden Yoon Suk-yeol.

”Evakuasi akan dimulai besok (hari ini, 8/8) pada pukul 10 pagi kepada 36 ribu peserta dari 156 negara,” ujar Gandi kemarin (7/8).

Jambore Pramuka Sedunia Ke-25 digelar di Korsel pada 1–12 Agustus. Indonesia mengirimkan kontingen berkekuatan 1.569 orang yang dipimpin Ketua Kontingen Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi.

Kekuatan tersebut terbagi atas 37 unit (pasukan) dan tiap pasukan rata-rata berisi 4 regu dengan tiap regu terdiri atas 9 peserta berusia 14–17 tahun dan 1 pembina pendamping regu.

Pemerintah Korsel menyediakan sekitar 1.000 bus yang dibagi untuk tiap-tiap negara. Penerjemah juga akan disediakan di setiap bus. Untuk menjamin kelancaran dan ketertiban, berbagai pihak turut membantu. Di antaranya, polisi serta dinas pemadam kebakaran.

Terkait lokasi evakuasi, Gandhi mengatakan, para peserta akan ditempatkan di fasilitas pemerintah dan swasta dekat Seoul yang tidak terdampak topan. Hal itu turut diamini Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Berthold Sinaulan saat dihubungi kemarin (7/8).

ANTISIPASI BENCANA: Sejumlah anggota kontingen Indonesia berkemas-kemas kemarin. Mereka mulai dievakuasi pagi ini waktu setempat untuk menghindari topan Khanun.

Menurut dia, seluruh kontingen telah diberi informasi mengenai rencana pemindahan seluruh peserta. Dari rapat yang digelar diketahui topan Khanun bakal menghantam Sae Man-geum Kamis (10/8).

”Peserta jambore akan dikeluarkan dari Bumi Perkemahan Sae Man-geum lebih cepat dari rencana semula pada 12 Agustus 2023,” ujarnya.

Meski harus ada proses evakuasi ini, Berthold memastikan kondisi para peserta dari Indonesia baik. Karena itu, dia mengimbau para orang tua peserta tidak perlu khawatir.

Sebelum proses evakuasi akibat ancaman badai tropis tersebut, 43 ribu peserta jambore dari 158 negara sempat dilanda cuaca panas ekstrem. Suhu di area perkemahan dilaporkan mencapai 38–40 derajat Celsius di siang hari.

Kondisi itu pun membuat banyak peserta yang kewalahan. Bahkan, ada ratusan peserta yang mengalami heatstroke dan harus dirawat di rumah sakit.

Berthold menyatakan, ada beberapa peserta dari Indonesia yang juga harus dirawat karena kepanasan dan kaki terluka serta terkilir. Namun, semuanya telah dirawat dengan baik dan dinyatakan boleh kembali ke tenda masing-masing.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore