
Partai Pheu Thai yang dipimpin oleh Cholnan Srikaew pada Senin (7/8), resmi mengumumkan bakal membentuk koalisi baru dengan Partai Bhumjaithai.
JawaPos.com – Pemilihan perdana menteri di tingkat parlemen yang ditunda untuk sementara waktu, membuat ruang lengang politik Thailand kian memanas antara Partai Pheu Thai dan Partai Move Forward (MFP). Partai Pheu Thai harus legawa untuk menunda kandidatnya maju menjadi perdana menteri, sementara MFP masih menaruh harapan besar agar Pita Limjaroenrat diberi izin oleh mahkamah konstitusi untuk maju kembali sebagai calon perdana menteri.
Partai Pheu Thai yang dipimpin oleh Cholnan Srikaew pada Senin (7/8), resmi mengumumkan bakal membentuk koalisi baru dengan Partai Bhumjaithai, setelah membuang MFP dari koalisi delapan partai pada pekan lalu.
Dalam keterangannya, Cholnan mengatakan bahwa koalisi barunya telah mendapat suara yang dominan untuk dapat memenangkan kursi perdana menteri. Total suara yang terkumpul adalah 212 suara, di mana 141 dari Pheu Thai sendiri dan 71 sisanya dari Bhumjaithai.
“212 suara Pheu Thai dan Bhumjaithai akan menjadi dasar pembentukan pemerintah dan akan lebih banyak lagi, untuk memberikan dukungan mayoritas di DPR. Jadi, tidak ada kekhawatiran tentang kemungkinan pemerintahan dengan suara minoritas,” kata Cholnan, seperti dilansir dari Bangkok Post, Senin (7/8).
Meski merasa sudah mengantongi suara yang cukup, namun Cholnan masih meyakini dan membuka pintu apabila ada pihak yang akan mendukungnya dan kandidat yang dicalonkannya, yakni Srettha Thavisin.
“Dalam situasi politik khusus ini, di tengah konflik di masyarakat, kami meminta suara dari semua pihak untuk mendukung calon perdana menteri Pheu Thai,” pungkasnya.
Selain itu, Cholnan juga menyebut bahwa mereka tidak akan lagi bersinggungan dengan MFP yang telah resmi dikeluarkannya dari lingkaran Koalisi Delapan Partai. Bahkan meski partai milik Pita Limjaroenrat itu memiliki lebih banyak dukungan.
“Meskipun Move Forward memenangkan kursi terbanyak, (namun) 212 suara yang dikuasai Pheu Thai dan Bhumjaithai juga merupakan suara sah rakyat. Kedua partai mendapat dukungan publik dalam membentuk pemerintahan baru,” terangnya.
MFP Merayu Pheu Thai Agar Kembali
Bersamaan dengan diumumkannya koalisi baru antara Pheu Thai dan Bhumjaithai, MFP sebagai pihak yang sempat disingkirkan, kembali bersuara dan memanggil Pheu Thai untuk merangkulnya lagi.
Diwakili oleh anggota MFP, Wiroj Lakkhanaadisorn, MFP mengingatkan kepada Pheu Thai agar tidak terjerumus dalam lingkaran koalisi barunya, Bhumjaithai, yang menurutnya akan merugikan bagi Pheu Thai.
“Sobat, jangan pernah naik mobil bersama mereka. Mereka akan menipu Anda untuk melakukan perjalanan ke puncak gunung di mana Anda akhirnya akan ditembak mati. Lari dan kembali ke kapal dengan sangat cepat. Kami menunggumu di sini,” kata Wiroj dalam unggahan di Facebook.
Wiroj menjelaskan, jika Pheu Thai bersama MFP maka mereka akan mengumpulkan suara sebanyak 312 kursi. Sementara jika bersama Bhumjaithai, koalisi itu hanya akan mengantongi suara 188 kursi saja.
Dengan begitu, kata dia, maka kerjasama antara Pheu Thai dan MFP akan lebih menguntungkan daripada dengan Bhumjaithai. Ia juga menyebut dengan merasa yakin, bahwa Pheu Thai pasti telah dibujuk dengan kesepakatan persuasif agar bersedia menjalin hubungan dengann Bhumjaithai.
“Tidakkah mereka pernah bertanya-tanya apakah puncak gunung tempat mereka dibawa sebenarnya adalah tempat eksekusi?” imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
