
Aktivis memperlihatkan foto Simon Cheng dan disebut hilang di Shenzhen. Pemerintah Tiongkok mengakui menangkap dan menahan Simon Cheng (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok akhirnya menyatakan menahan staf lokal konsulat jenderal Inggris di Hongkong. Konfirmasi tersebut dibarengi peringatan kepada Inggris: jangan ikut campur urusan internal negara.
Pernyataan tersebut datang dari Jubir Kementerian Luar Negeri Geng Shuang. Dia menjelaskan, Simon Cheng ditahan selama 15 hari oleh Kepolisian Shenzhen. Pemuda berusia 28 tahun itu melanggar hukum keamanan publik Tiongkok.
"Satu hal yang harus saya perjelas. Orang ini warga Hongkong, bukannya warga Inggris," ujar Geng kepada South China Morning Post.
Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik bertujuan mempertahankan ketertiban umum di masyarakat. Namun, tolok ukur pelanggaran keamanan publik sendiri tak jelas.
Insiden penangkapan tersebut terjadi di saat hubungan Tiongkok dan Inggris mulai masam. Berkali-kali, kabinet Xi Jinping memperingatkan agar Inggris tak ikut campur di Hongkong.
"Akhir-akhir ini, kami mendengar banyak komentar tentang Hongkong dari Inggris. Kami harap Britania Raya segera berhenti mendramatisasi dan memanas-manasi publik," imbuh Geng.
Simon Cheng merupakan staf bidang ekonomi di Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Dia datang ke Shenzen pada 8 Agustus untuk menghadiri pertemuan bisnis. Namun, tiba-tiba dia menghilang saat ingin menyeberang kembali ke Hongkong.
Photo
Simon Cheng (BBC/Facebook)
Teman-temannya tak terima Cheng ditahan. Mereka berkumpul di depan kantor Konsulat Inggris untuk berdemo. Mereka meminta Inggris bertanggung jawab dan segera membebaskan kawan mereka.
Menurut Chung, temannya tak pernah mengikuti demo anti pemerintah. Mereka juga ragu Cheng membuat keributan saat berada di imigrasi Tiongkok. Karena itu, mereka menduga bahwa Tiongkok sengaja melakukan penahanan untuk mencari gara-gara dengan warga Hongkong dan Pemerintah Inggris.
"Kalau Pemerintah Beijing tidak menjelaskan secara gamblang, artinya mereka benar-benar bermain dengan api," tegas Chung.
Isu penahanan Simon Cheng bisa jadi penyulut amarah penduduk Hongkong. Padahal, keadaan di pusat finansial Asia itu baru saja reda setelah kericuhan di Bandara Internasional Hongkong pekan lalu.
Bara mereka tidak hanya datang dari pemerintah Tiongkok. Tapi juga kepolisian Hongkong. Selasa kemarin, dua polisi di Hongkong resmi ditahan setelah video menunjukkan mereka menganiaya pria berusia 62 tahun. Dalam cuplikan video itu, dua polisi terlihat memukuli seorang pria yang diikat dalam kasur di ruang rumah sakit.
Kasus tersebut memang tidak ada hubungan langsung dengan demo yang terjadi 11 pekan terakhir. Korban penganiayaan itu bukanlah demonstran. Dia diduga sempat menyerang petugas kepolisian dalam keadaan mabuk.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
