
Tiga orang tewas dan lima luka-luka dalam insiden penembakan di Utrecht hari Senin pagi (18/03)
JawaPos.com - Tiga orang tewas dan lima luka-luka dalam insiden penembakan di Utrecht hari Senin pagi (18/03). Terduga pelaku pria Turki berusia 37 tahun ditangkap Senin malam.
Berita mengenai penangkapan Gokmen Tanis, 37 tahun, datang saat konferensi pers dengan Wali Kota Utrecht Jan van Zanen dan Kepala Kepolisian Kota Rob van Bree pada Senin malam akan diakhiri. Seorang petugas masuk dan memberikan secarik kertas kepada Rob van Bree.
"Kami baru saja mendengar, bahwa terduga pelaku yang sedang buron baru saja tertangkap," kata Rob van Bree kepada wartawan yang hadir. Wali Kota Jan van Zanen menyebut insiden penembakan itu sebagai "hari gelap bagi Utrecht".
Polisi mengatakan, lima orang terluka dan tiga di antaranya masih berada dalam keadaan kritis. Sementara motif pelaku penembakan masih belum jelas. Gokmen Tanis sempat melarikan diri dan baru tertangkap sekitar 9 jam setelah kejadian. Polisi Utrecht juga belum merilis nama-nama korban atas alasan perlindungan privasi dan keamanan.
Tiga orang ditahan
Media di Belanda melaporkan polisi hingga kini menahan tiga orang, termasuk pelakunya. Masih belum jelas kaitan kedua orang lain yang ditahan dengan aksi penembakan itu.
Lima orang terluka dalam serangan itu, dengan tiga di antaranya dalam kondisi kritis, kata Wali Kota Jan van Zanen. Tersangka kedua ditangkap sehubungan dengan kejahatan itu, tetapi sejauh mana keterlibatannya dalam peristiwa Senin tidak jelas.
Harian Belanda Telegraaf melaporkan, Kementerian Dalam Negeri Belanda dan Kepolisian Utrecht belum bisa memastikan apakah Gokmen Tanis dimotivasi oleh terorisme atau perselisihan pribadi.
Gokmen Tanis diketahui sudah sering berurusan dengan polisi. Dia antara lain pernah melakukan pencurian dan perusakan harta benda. Dia juga pernah dihukum karena percobaan pembunuhan pada tahun 2013. Dua minggu lalu dia menghadap pengadilan dengani tuduhan melakukan pemerkosaan.
Situasi siaga
Menyusul penembakan di Utrecht, kota keempat di Belanda terbesar dengan sekitar 350.000 penduduk, polisi segera memberlakukan situasi siaga tertinggi ketika masih mengejar pelaku.
Penduduk diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah, sekolah-sekolah dan kantor-kantor pun ditutup. Helikopter terlihat berputar-putar di atas kota. Beberapa bangunan digeledah polisi, yang mengerahkan satuan anti teror. Setelah Gokmen tertangkap, polisi menurunkan peringatan siaga penuh satu tingkat.
Peristiwa penembakan di atas trem terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat. Seorang saksi mengatakan kepada media, pelaku tampaknya menargetkan seorang perempuan. Ketika perempuan itu tertembak, orang-orang ingin membantunya. Lalu pelaku menembak lagi secara sembarangan ke arah kerumunan, lalu melarikan diri.
Hari Selasa (19/03) kantor-kantor publik dan pemerintahan di Belanda mengibarkan bendera setengah tiang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
